Kapolri: Tindak Tegas Bandar Narkoba, Kalau Jantungnya Selesai, Jaringannya Lemah

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian (Foto: Sayangi.com/Tri Setyo)

Jakarta, Sayangi.com – Kapolri Jenderal Pol Muhammad Tito Karnavian meminta jajarannya untuk menindak tegas penyelundup maupun pengedar narkoba di Indonesia. Katanya, polisi tidak akan mentolerir, bila ada pihak yang ingin meracuni anak bangsa dengan narkoba.

Bahkan Tito berujar, polisi tidak akan segan-segan memberi tindakan tegas terukur, bila ada bandar narkoba yang mencoba melawan. Hal ini dilakukan agar tercipta efek jera bagi para bandar, yang akan mengedarkan narkoba di Indonesia.

“Saya sudah perintahkan tindak tegas, kalau perlu tembak mati kalau yang bersangkutan (bandar atau penyelundup narkoba) melakukan perlawanan,” ujar Tito di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (27/3).

Kapolri meyakini, jika para bandar ditindak tegas dan menimbulkan efek jera, maka peredaran narkoba dapat ditekan. Pasalnya, para pemasok juga akan berpikir ulang, jika akan memasukkan barang haram itu ke Indonesia.

“Kemudian juga tidak lupa teman-teman, sampaikan instruksi saya kepada jajaran Polri untuk bandar narkoba itu jantung jaringan. Kalau jantung selesai (dilakukan tindakan tegas terukur) jaringannya akan melemah,” jelasnya.

Mantan Kapolda Papua ini juga menuturkan, Polri akan memberikan reward kepada jajarannya yang berperan besar dalam pemberantasan narkoba. Seperti yang dibuktikan hari ini, Polri memberikan penghargaan kepada sejumlah anggotanya yang berhasil mengungkap kasus penyelundupan 1,6 ton sabu.

“Mengenai reward, tujuannya untuk membangkitkan dan menggelorakan motivasi anggota. Agar anggota makin keras untuk memerangi narkoba secara tepat, yang komprehensif mulai dari pencegahan, penindakan dan rehab,” kata Kapolri.

Dalam pemberantasan narkoba, Tito mengaku, Polri tidak dapat bergerak sendiri. Koordinasi dan sinergitas antar instansi seperti dengan pihak Bea Cukai dan TNI mutlak diperlukan.