Kapolri ke Jajarannya: Hantam Politik Uang di Pilkada

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian (Foto: Sayangi.com/Tri Setyo)

Jakarta, Sayangi.com – Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian memerintahkan kepada jajarannya untuk gencar mengungkap tindakan politik uang di Pilkada Serentak 2018.

Hal itu disampaikan Tito dalam acara ‘Pemberian Penghargaan Kapolri kepada Tim Gabungan Pengungkapan 1,6 Ton Narkoba Jenis Sabu’ sekaligus ‘Launching Anugerah Jurnalistik Polri Tahun 2018’ di Gedung Rupatama Mabes Polri Jakarta, Selasa (27/3/2018).

Tito menginginkan tindakan tanpa pandang bulu dijatuhkan kepada semua yang terlibat kecurangan, baik dari unsur KPUD, Panwaslu, Pemda hingga peserta pilkada.

“Paslon, kita harap bertanding dengan sehat, dengan program. Siap menang, siap kalah. Tapi itu teori. Praktiknya siap menang dan nggak siap untuk kalah. Akhirnya menghalalkan segala cara, money politik salah satunya,” ujar Tito.

Karena itu Tito meminta Satgas Antimoney Politics bentukan Polri agar memberikan pelajaran bagi pihak manapun yang bermain-main dengan politik uang.

“Polri sudah membuat Satgas Antimoney Politics. Mungkin tidak menyelesaikan masalah. Paling tidak memberikan pelajaran. Kita mendorong ke depan, hantam lagi 2, 3, 4 (kasus money politic) yang melibatkan KPU, Bawaslu atau Pemda, atau siapa kontestan,” Tegas Tito.

Keberhasilan pemilu bagi jenderal bintang empat ini sangatlah ditentukan kerja sama semua stakeholder terkait dalam memainkan peran masing-masing.

Tito secara khusus juga menyoroti temuan survei yang menyebutkan bahwa 70 persen persoalan pada Pilkada maupun Pilpres berasal dari masalah di level penyelenggara.

“Karena itu Polri mendorong jaringan KPU untuk mampu bekerja lebih efektif. Maka kami membuat MoU dengan mereka untuk bekerja dengan netral,” kata Tito.

Dalam hal pengamanan Pilkada, Tito menegaskan bahwa polisi juga harus memikirkan skenario terburuk yang dapat terjadi. Hal itu akan mencegah dan mengantisipasi potensi konflik secara lebih cepat.