Dianggap Cemarkan Nama Baik Kader, Fahri Hamzah Dilaporkan Ketua DPW PKS ke Polisi

Fahri Hamzah
Fahri Hamzah

Jakarta, Sayangi.com – Hubungan Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah dengan PKS kian memanas. Setelah sebelumnya Fahri melaporkan Presiden PKS Sohibul Iman, kali ini giliran Fahri dilaporkan balik oleh Ketua DPW PKS DKI Jakarta, Syakir Purnomo.

Fahri dilaporkan karena dituding telah mencemarkan nama baik kader PKS melalui media elektronik. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono juga membenarkan adanya laporan tersebut.

“Iya benar ada laporan itu, laporan dibuat pada Selasa 27 Maret kemarin,” ujar Argo di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (28/3).

Laporan itu didasarkan oleh statemen Fahri pada Januari lalu, di salah satu media online yang menyebut ‘Di PKS boleh melakukan kejahatan apapun yang penting nurut sama pimpinan’. Dikatakan Argo, laporan itu masih dalam penelitian.

“Masih dalam penelitian, kan (laporannya) baru kemarin jadi masih diteliti dulu ya,” katanya.

Argo juga menerangkan, polisi akan memilah-milah laporan yang dialamatkan ke Fahri Hamzah. Karena seperti diketahui, laporan ini bukanlah laporan pertama terhadap Fahri di Polda Metro Jaya.

“Nanti kita pilah-pilah laporaannya. Kalau laporannya berbeda atau sama pun tapi pelapornya berbeda, nanti ada tersendiri ya,” terangnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, dua Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon dan Fahri Hamzah dilaporkan ke Polda Metro Jaya pada Senin (12/3). Kuasa hukum pelapor Muhammad Zakir Rasyidin mengatakan, keduanya dilaporkan karena diduga menyebarkan ujaran kebencian dan berita hoax di sosial media miliknya.

“Kami melaporkan ada dua akun Twitter yang kami duga milik pejabat tinggi negara, yang kebetulan keduanya memegang jabatan Wakil Ketua DPR RI. Hari ini kita laporkan karena ada dugaan pelanggaran Pasal 28 Ayat (2) Undang-undang ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik),” ujar Zakir.

Awalnya, sebuah media online membuat berita dengan judul ‘Tersangka Muslim Cyber Army Diduga Ahokers’. Namun karena berita ini diturunkan karena dianggap tidak memenuhi unsur jurnalistik.