Marak Peredaran Uang Palsu, Polri Belum Temukan Indikasi Terkait Dengan Pilkada

Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol Muhammad Iqbal. (Foto: Sayangi.com/Tri Setyo)

Jakarta, Sayangi.com – Kembali marak beredarnya uang palsu di sejumlah daerah. Setidaknya beberapa pelaku di Surabaya dan Jawa Barat telah diamankan polisi.

Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol Muhammad Iqbal mengatakan, Polri masih mendalami apa alasan pelaku menyebarkan uang palsu. Mengenai isu peredaran uang palsu untuk kepentingan Pilkada, Polri belum menemukan indikasi kesana.

“Sampai sekarang belum ada indikasi kesana (terkait dengan Pilkada),” ujar Iqbal saat dikonfirmasi, Rabu (28/3).

Mantan Kapolrestabes Surabaya ini juga menjelaskan, pihak kepolisian telah melakukan pemeriksaan intensif terhadap para pelaku. Sehingga nanti dapat diketahui, apakah ada kaitan peredaran uang palsu itu dengan kepentingan Pilkada.

“Ini sambil melakukan proses penyelidikan pelaku diperiksa disidik. Kami masih lakukan pengembangan,” terangnya.

Seperti diketahui, pada Rabu (27/3) Polsek Karangpilang, Polrestabes Surabaya menangkap 11 pelaku pengedar uang palsu di sejumlah daerah. Selain itu peredaran uang palsu juga ditemukan di daerah Jombang, Jember, Situbondo, Lamongan, Ngawi, Madiun, hingga Klaten dan Bogor.

Kapolresta Bogor Kota, Polda Jawa Barat Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya mengungkapkan bahwa uang palsu bernominal Rp6 miliar yang diamankan di Bogor, rencananya oleh pengedar akan dikirim ke Tangerang, Banten.

“Uang dibeli dari luar Bogor, mau dijual lagi ke pemesan di daerah Tanggerang,” kata Ulung, di Bogor, Selasa.

Pelaku pemalsuan uang berjumlah tiga orang, tetapi dari penggrebekan yang dilakukan Reskrim Polresta Bogor dan Polsek Bogor Timur ada lima orang yang diamankan dari lokasi penangkapan.

“Kita amankan lima orang, yang pelaku ada tiga orang, satu pelaku utama, yang dua lagi pengawalnya,” kata Ulung.

Ketiga pelaku uang palsu yakni CN (55) asal Blitar, MK dan YS asal Flores. CN merupakan pelaku utama yang menjalin transaksi dalam pemesanan.