Polisi Ungkap Kasus Prostitusi di Apartemen Kalibata, Empat Mucikari Diamankan

Polisi memperlihatkan barang bukti dan empat mucikari yang dijadikan tersangka atas kasus prostitusi di Apartemen Kalibata City Jakarta Selatan. (Foto: Sayangi.com/Tri Setyo)

Jakarta, Sayangi.com – Direskrimum Polda Metro Jaya berhasil mengungkap kasus prostitusi yang dilakukan di Apartemen Kalibata Jakarta Selatan, Kamis (20/3). Dari kasus ini, sebanyak empat orang mucikari atau penyalur Pekerja Seks Komersial (PSK) berhasil diamankan.

Wakil Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya AKBP Ade Ary Syam Indradi mengatakan, empat orang tersangka yang berhasil diamankan terdiri dari tiga wanita dan satu pria. Adapun inisial ketiga perempuan itu adalah SL (55), IP (28) dan MP (21), serta seorang pria berinisial YP (19).

“Keempat orang mucikari yang mengkoordinir PSK dan menyediakan di ruangan apartemen berhasil kita tangkapā€¯ ujar Ade, di Mapolda Metro Jaya, Kamis (29/3).

Bisnis ini, kata Ade Ary, menyebar dari mulut ke mulut. Dari setiap PSK yang berhasil dibawa, tersangka mendapat jatah Rp100 ribu hingga Rp500 ribu.

Para tamu juga akan dikenakan biaya sewa kamar senilai Rp350 ribu. Sedangkan tarif PSK untuk sekali kencan dengan para pelanggan cenderung variatif.

“Untuk jasa PSK tersebut juga ada dua kategori, dimana short time atau satu jam kencan dikenai biaya Rp500 ribu. Sedangkan untuk long time atau sembilan jam dikenai biaya Rp2,5 juta,” jelasnya.

Disampaikan Ade Ary, saat penggerebekan, polisi juga sempat mengamankan empat orang PSK yang tengah melayani tamu di kamar. Sejumlah barang bukti turut disita polisi dari tangan mereka.

“Ada juga barang bukti seperti alat kontrasepsi, celana dalam dan uang tunai pembayaran PSK. Itu yang sementara kita temukan,” terangnya.

Atas perbuatannya, tersangka diancam dengan Undang-undang tentang perdagangan manusia, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. Sementara empat PSK yang sempat diamankan, saat ini dibawa ke panti sosial untuk mendapat pembinaan.