Hari Ini TKI Lolos Hukuman Mati di Arab Saudi Tiba di Tanah Air

Masamah TKI yang lolos dari Hukuman Mati di Arab Saudi. Foto Istimewa
Masamah TKI yang lolos dari Hukuman Mati di Arab Saudi. Foto Istimewa

Jeddah,Sayangi.com– Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Masamah binti Raswa Sanusi akhirnya pulang ke Indonesia, hari ini. Ia telah lolos dari tuntutan hukuman mati di Arab Saudi. Masamah sebelumnya didakwa membunuh anak majikannya yang berusia 11 bulan.

Konsul Jenderal (Konjen) RI Jeddah Mohamad Hery Saripudin, melalui keterangan tertulisnya, Kamis 29 Maret 2018 mengatakan “Kami mendampingi Masamah dan memulangkannya hari ini. Masamah akan tiba di Jakarta pada 30 Maret 2018, dengan didampingi pejabat KJRI Jeddah,” .

Hery mengatakan wanita asal Cirebon, Jawa Barat itu bebas dari penjara atas jaminan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah. Setelah bebas dari penjara, Masamah tinggal sementara di shelter KJRI sambil menunggu dipulangkan ke Indonesia.

“Sejak kami menerima informasi penahanan Masamah, kami dan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI mengawal kasus ini (Masamah) dengan memberikan bantuan hukum yang optimal,” ungkap Hery.

Selama proses hukum, Masamah mendapat bantuan dari pemerintah seperti jasa pengacara, penerjemah, pendampingan langsung, kunjungan rutin, komunikasi dengan otoritas setempat. Kunjungan konjen dan staf ke pihak keluarga di Cirebon, kunjungan keluarga ke Arab Saudi, serta surat Presiden RI Joko Widodo kepada Raja Salman.

Adapun Masamah telah menjalani serangkaian proses hukum sejak Desember 2009 silam. Sejak awal persidangan, ia diancam dengan hukuman mati qishas (nyawa dibayar nyawa).

Kasus Masamah berawal pada 2 Desember 2009, anak seorang pengguna jasa ditemukan meninggal dunia di pelukan Masamah. Hasil pemeriksaan forensik, menunjukkan bahwa sidik jari Masamah terdapat di tubuh korban.

Namun, Masamah menyangkal telah melakukan pembunuhan tersebut. Dalam persidangan, ia bersaksi bahwa adanya sidik jari itu karena ia berusaha menenangkan korban yang menangis setelah bagian lehernya diduduki oleh saudara sepupunya yang berusia tiga tahun, saat tertelungkup. Tak lama setelah Masamah menolong dan memangkunya, korban meregang nyawa.