Prancis Tawarkan Diri Jadi Mediator Turki-Kurdi

Presiden Prancis Emmanuel Macron menyampaikan permintaan Tahun Baru kepada anggota korps pers di Istana Elysee di Paris, Prancis, Foto SCMP
Presiden Prancis Emmanuel Macron menyampaikan permintaan Tahun Baru kepada anggota korps pers di Istana Elysee di Paris, Prancis, Foto SCMP

Paris,Sayangi.com- Negara Prancis menawarkan diri menjadi juru runding konflik di Suriah utara setelah Turki menggelar serangan militer terhadap kelompok milisi Kurdi sejak bulan Januari lalu.

Turki terlibat pertempuran untuk mengusir kelompok milisi Kurdi, YPG (Unit Perlindungan Rakyat). Oleh Ankara, Unit ini dianggap perpanjangan Partai Pekerja Kurdi (PKK) yang telah dilarang.

Dikutip dari BBC (31/3) Upaya menjadi juru runding berawal setelah Presiden Prancis Emmanuel Macron bertemu para elit masyarakat Kurdi. Kelompok elit Kurdi didominasi Pasukan Demokratik Suriah (SDF), termasuk pimpinan YPG.

Macron menyatakan harapannya untuk dapat menggelar dialog antara pemerintah Turki dan para pimpinan milisi Kurdi.

Lewat kantor kepresidenan, Macron mengatakan dirinya “menghormati pengorbanan dan peran penting” Pasukan Demokratik Suriah (SDF) dalam perang melawan kelompok yang menyebut dirinya Negara Islam atau ISIS.SDF adalah sekutu utama Amerika Serikat dalam perang melawan ISIS dan milisi Kurdi YPG merupakan bagian inti dari kelompok tersebut.

Beberapa tahun terakhir Prancis telah mengalami serangkaian serangan teror mematikan yang diklaim dilakukan oleh ISIS. Beberapa kali negara yang dipimpinMacron ini mengalami serangan mematikan. Salah satunya serangan thun 2015 di Paris yang menewaskan 130 orang.

Pekan lalu, seorang simpatisan ISIS membunuh tiga orang dalam serangan di wilayah Prancis selatan. Salah satu korban tewas adalah perwira polisi setelah bertukar tempat untuk menjadi pengganti seorang sandera.

Prancis dan AS telah memberikan bantuan senjata dan pelatihan kepada kelompok milisi itu mendukung pertempuran melawan ISIS.

Macron mengatakan bahwa Prancis akan mendukung “upaya stabilisasi” zona keamanan di wilayah timur laut Suriah demi menghentikan pasokan bantuan kekuatan kepada ISIS.

Para pejabat Kurdi mengatakan Macron telah berkomitmen untuk mengirim lebih banyak pasukan ke wilayah itu. Akan tetapi saat awak media melakukan konfirmasi Paris menolak berkomentar tentang hal tersebut.

Negara Prancis menawarkan diri menjadi juru runding konflik di Suriah utara setelah Turki menggelar serangan militer terhadap kelompok milisi Kurdi sejak bulan Januari lalu.

Turki terlibat pertempuran untuk mengusir kelompok milisi Kurdi, YPG (Unit Perlindungan Rakyat). Oleh Ankara Unit ini dianggap perpanjangan Partai Pekerja Kurdi (PKK) yang telah dilarang.

Dikutip dari BBC (31/3) Upaya menjadi juru runding berawal setelah Presiden Prancis Emmanuel Macron bertemu para elit masyarakat Kurdi. Kelompok elit Kurdi didominasi Pasukan Demokratik Suriah (SDF), termasuk pimpinan YPG.

Macron menyatakan harapannya untuk dapat menggelar dialog antara pemerintah Turki dan para pimpinan milisi Kurdi.

Lewat kantor kepresidenan, Macron mengatakan dirinya “menghormati pengorbanan dan peran penting” Pasukan Demokratik Suriah (SDF) dalam perang melawan kelompok yang menyebut dirinya Negara Islam atau ISIS.SDF adalah sekutu utama Amerika Serikat dalam perang melawan ISIS dan milisi Kurdi YPG merupakan bagian inti dari kelompok tersebut.

Beberapa tahun terakhir Prancis telah mengalami serangkaian serangan teror mematikan yang diklaim dilakukan oleh ISIS. Beberapa kali negara yang dipimpinMacron ini mengalami serangan mematikan. Salah satunya serangan thun 2015 di Paris yang menewaskan 130 orang.

Pekan lalu, seorang simpatisan ISIS membunuh tiga orang dalam serangan di wilayah Prancis selatan. Salah satu korban tewas adalah perwira polisi setelah bertukar tempat untuk menjadi pengganti seorang sandera.

Prancis dan AS telah memberikan bantuan senjata dan pelatihan kepada kelompok milisi itu mendukung pertempuran melawan ISIS.

Macron mengatakan bahwa Prancis akan mendukung “upaya stabilisasi” zona keamanan di wilayah timur laut Suriah demi menghentikan pasokan bantuan kekuatan kepada ISIS.

Para pejabat Kurdi mengatakan Macron telah berkomitmen untuk mengirim lebih banyak pasukan ke wilayah itu. Akan tetapi saat awak media melakukan konfirmasi Paris menolak berkomentar tentang hal tersebut.