Pasca Tewasnya 15 Warga Palestina Erdogan Netanyahu Perang Kalimat

Keterangan Foto PM Israel Netanyahu (kiri) dan Presiden Turki Erdogan (kanan) .Foto RFE/RL
Keterangan Foto PM Israel Netanyahu (kiri) dan Presiden Turki Erdogan (kanan) .Foto RFE/RL

Ankara,Sayangi.com- Ribuan rakyat Palestina yang melakukan demonstrasi damai dan Long March ‘Kembali ke Palestina’ yang Terjajah di dekat perbatasan Gaza-Israel kemarin menerima respon brutal dari pasukan Israel, menyebabkan 15 orang gugur dan 1400 orang terluka lapor kementrian kesehatan Palestina

Terkait peristiwa diatas Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, mengatakan Turki “mengutuk pemerintah Israel karena melakukan serangan yang tidak manusiawi (di Jalur Gaza). Namun kecaman Erdogan serta merta ditolak oleh PM Israel Benjamin Netanyahu.

Dalam pidatonya pada 1 April, Erdogan mengutuk respon militer Israel yang mematikan terhadap demonstrasi di perbatasan, dan menyebut Netanyahu sebagai “teroris.

“Anda adalah penyerbu dan saat ini hadir di tanah itu sebagai penyerbu. Pada saat yang sama, Anda adalah seorang teroris, ”kata Erdogan.

Pernyataan Erdogan datang setelah Netanyahu mengatakan di Twitter bahwa militer Israel “tidak akan diberi ceramah oleh mereka yang telah membom tanpa pandang bulu penduduk sipil selama bertahun-tahun. Netanyahu melabeli Turki pengebom pemberontak Kurdi.

Dilansir dari AFP Dikatakan oleh diplomat Dewan Keamanan Prancis Amerika memblokir mosi Dewan Keamanan PBB hari Sabtu (31/3). Dewan Keamanan menyerukan penyelidikan atas penggunaan peluru tajam oleh Israel terhadap warga Palestina yang ikut dalam protes massal di Jalur Gaza.

Otoritas Palestina melaporkan sedikitnya 15 orang tewas hari Jumat oleh pasukan Israel dan lebih dari 750 terkena tembakan peluru tajam. Orang-orang Palestina hari Sabtu memakamkan mereka yang tewas. Mereka yang berduka menyerukan “balas dendam.”. Dalam bentrokan ini tidak ada korban dilaporkan di kalangan orang Israel.

Palestina menetapkan Sabtu sebagai hari berkabung nasional. Hari Minggu (1/4), Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyebut Israel sebagai “negara teroris,”. Iapun berkata: “Anda tidak memiliki orang yang menyukaimu di dunia.”

Netanyahu sebelumnya menyebut Erdogan seseorang yang “mengebom warga desa Kurdi” sebagai referensi operasi Angkatan Darat Turki di Suriah utara.

Perang kata-kata antara kedua pemimpin negara itu terjadi setelah pasukan Israel menembaki beberapa demonstrasi kekerasan di perbatasan Gaza pada 30 Maret, menewaskan 15 orang. Israel mengatakan delapan dari 15 yang tewas adalah kelompok Hamas. Kelompok ini  yang ditetapkan sebagai kelompok teroris oleh Israel dan Barat. Sedangkan  dua orang tewas lainnya berasal dari faksi militan lainnya.

Hamaspun membantah pernyataan Israel dengan mengatakan anggota sayap bersenjatanya yang tewas sebanyak lima orang.

Sumber: Radio Free Europe