Peraih Nobel Malala Yousafzai Tengok Kampung Halaman Dengan Penjagaan Ketat

Peraih Nobel Perdamaian Malala ditemani Ayah dan saudara laki lakinya saat ke berkunjung ke kampung halamannya. Foto nbcnews.com
Peraih Nobel Perdamaian Malala ditemani Ayah dan saudara laki lakinya saat ke berkunjung ke kampung halamannya. Foto nbcnews.com

Lahore,Sayangi.com- Malala Yousafzai (20 tahun), pemenang Nobel Perdamaian dari Pakistan, mengunjungi kampung halamannya, di Mingora Lembah Swat yang tekenal sebagai kawasan yang tidak tenang akibat pendudukan Taliban. Malala pernah ditembak kepala oleh tentara Taliban tahun 2012.

Malala berusia 14 tahun dan berada dalam bus sekolah ketika ditembak di bagian kepala oleh Taliban. Tahun 2012, setelah tentara Pakistan melakukan pengikisan Taliban secara besar-besaran di kawasan lembah Swat, seorang pria bersenjata menaiki kendaraan yang ditumpangi Malala dan bertanya, “Siapa Malala?” kemudian menembak remaja yang ketika itupun sudah terkenal sebagai pejuang pendidikan bagi anak perempuan.

Ia sebelumnya sudah menulis sejumlah blog bagi redaksi Urdu di BBC. Ia adalah sebagai murid sekolah ketika Taliban berusaha mencanangkan hukum Islam dengan kekerasan. Selain Malala dua murid lainnya juga terluka dalam serangan.

Malala mendapat perawatan di Birmingham, di mana ia menyelesaikan sekolah dan tahun 2014. Malala menjadi pemenang Nobel Perdamaian yang termuda.

Dilansir dari usatoday.com (2/4) dalam kunjungan ke kampung halamannya Mingora, Malala didampingi ayahnya Ziauddin Yousafzai. Malala juga didampingi saudara laki-lakinya Atal Yousafzai, dan kepala sekolah khusus bagi anak laki-laki Swat Cadet College, Guli Bagh.

Paman Malala mengatakan, Malala juga berencana untuk bertemu dengan teman-teman dan sanak keluarganya, sebelum kembali ke Inggris hari ini Senin.

Selama kunjungan Malala Jalan-jalan di Mongora diblokir saat helikopter yang membawanya mendarat di sebuah rumah milik pemerintah dengan jarak sekitar satu kilometer dari rumah yang dulu dihuninya.