Militer Beijing dan Moskow Bersatu Hadapi Amerika Serikat

Pertemuan Petiggi Militer Rusia dan Cina di Moskow,3 April 2018. Foto Newsweek
Pertemuan Petiggi Militer Rusia dan Cina di Moskow,3 April 2018. Foto Newsweek

Beijing,Sayangi.com- Beijing menyatakan dukungannya kepada Rusia saat ketegangan Moskow dengan Washington memanas. Hal ini disampaikan Menteri Pertahanan baru China Wei Feng dengan ucapan Militer China memilih bersatu dengan militer Rusia untuk melawan Amerika Serikat (AS) dan sekutu Barat-nya

Dukungan  China dinyatakan  saat Wei menghadiri Konferensi Keamanan Internasional Moskow yang telah digelar April 3, 2018 untuk ketujuh kali. Kedatangan Wei ke Rusia didampingi para pejabat senior militer China lainnya.

Menteri Pertahanan China Wei menegaskan bahwa kunjungannya telah dikoordinasikan secara langsung dengan Presiden Xi Jinping. Dalam kunjungan tersebut dua pesan yang disampaikan Wei untuk Moskow.

“Saya mengunjungi Rusia sebagai menteri pertahanan baru China untuk menunjukkan kepada dunia tingkat perkembangan yang tinggi dari hubungan bilateral kita dan tekad yang kuat dari angkatan bersenjata kita untuk memperkuat kerja sama strategis,” kata Wei dalam pertemuan dengan Menteri Pertahanan Rusia Sergey Shoigu.

“Kedua, untuk mendukung pihak Rusia dalam menyelenggarakan Konferensi Keamanan Internasional Moskow, pihak China telah datang untuk menunjukkan kepada Amerika hubungan dekat antara angkatan bersenjata China dan Rusia, terutama dalam situasi ini,” ujarnya.

“Kami datang untuk mendukung Anda,” ujar Wei.”Pihak China siap untuk mengekspresikan keprihatinan bersama dan posisi bersama kami dengan Rusia pada masalah-masalah internasional yang penting di tempat-tempat internasional juga.”

Rusia dan China selama ini sering dianggap sebagai angkatan bersenjata terkuat kedua dan ketiga di dunia, di belakang AS. Di saat Pentagon mempertahankan keunggulan militernya, Moskow dan Beijing telah berkoordinasi dengan erat untuk mengejar dominasi Washington.

Selain meningkatkan kekuatan militernya sendiri di Eropa dan Asia, AS telah menggambarkan pengaruh Rusia dan Cina yang tumbuh di luar negeri sebagai serangan terhadap demokrasi. Barat telah menuduh Rusia ikut campur dalam pemilihan presiden AS tahun 2016 dan pemilu asing lainnya.

Washington juga membela London dengan menuduh Moskow sebagai dalang serangan racun saraf terhadap mantan agen ganda Rusia Sergei Skripal di Salisbury, Inggris selatan pada 4 Maret 2018. Namun, Kremlin telah berulang kali membantah dan menuntut bukti atas tuduhan tersebut.

Terkait peristiwa Skipral,Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Geng Shuang mendesak AS dan sekutu Barat-nya menghindari mentalitas Perang Dingin dalam kasus ini.

Sumber:Newsweek.com