Puisinya Menimbulkan Keresahan, KAMMI: Negara Harus Tegakkan Hukum Terhadap Sukmawati

Sukmawati Minta Maaf Sambil Menangis

Jakarta, Sayangi.com – Ketua Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Irfan Ahmad Fauzi mengatakan, puisi yang dibacakan Sukmawati Soekarnoputri dapat menyulut kemarahan umat Muslim. Pasaknya puisi yang ia bacakan dalam sebuah fashion show itu, menyinggung cadar dan adzan yang dianggap penting oleh umat Islam.

“Hal ini sangat sensitif apalagi terkait agama dan ibadah orang lain tentu akan menimbulkan kegaduhan,” ujar Irfan di Jakarta, Kamis (5/4).

Kendati telah ada permohonan maaf dari Sukmawati, namun menurut Irfan, hukum tetap harus ditegakkan. Kepolisian diharapkan dapat mengusut tuntas persoalan puisi Sukmawati, yang berjudul ‘Ibu Indonesia’ itu.

“Negara harus menegakkan hukum, sehingga ada kepastian hukum, juga menjadikan efek jera bagi pelaku,” tegasnya.

Lebih jauh Irfan mengimbau, agar masyarakat tetap tenang dan tidak tersulut emosi dengan tindakan tersebut. Serta menyerahkan seluruh proses hukum ke pihak kepolisian.

Seperti diketahui, Sukmawati Soekarnoputri dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh seorang pengacara bernama Denny Adrian Kushidayat. Denny menganggap Sukmawati puisi yang dibacakannya telah menistakan agama.

“Ya untuk hari ini saya melaporkan Sukmawati dengan dugaan penistaan agama,” ujar Denny di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (3/4).

Di hari yang sama, Ketua DPP Hanura Amron Asyhari juga melaporkan Sukmawati Soekarnoputri ke Polda Metro Jaya. Sukmawati dilaporkan karena dinilai menistakan agama melalui puisi karyanya yang dibacakan dalam sebuah fashion show.

“Dia (Sukmawati) sebagai orang Islam jangan seperti itulah. Jangan pakai bahasa-bahasa yang kontroversi, yang membuat geram dan gerah umat,” ujar Amron.

Sukmawati sendiri telah meminta maaf terkait puisi yang dibacakannya tersebut. Menurut putri Presiden pertama Indonesia Soekarno ini, tidak ada niatan menghina umat Muslim saat ia membacakan puisi itu.