Kasus Puisi Sukmawati, Polri Terbuka Untuk Restorative Justice

Sukmawati Minta Maaf Sambil Menangis

Jakarta, Sayangi.com – Puisi karya Sukmawati Soekarnoputri yang dibacakan saat acara Fashion Week berjudul ‘Ibu Indonesia’ berbuntut panjang. Hingga saat ini, sudah dua orang melaporkan puisi tersebut ke Polda Metro Jaya, karena dianggap mendeskriditkan Islam.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto mengatakan, Polri akan mendalami kasus itu secara profesional. Polri saat ini tengah mendalami fakta terkait puisi yang dibacakan putri Presiden Soekarno ini.

“Secara profesional kita tetap akan mencari keterangan semua, yang terkait dengan fakta yang dia lakukan ya. Kita cari keterangan itu dulu,” ujar Setyo di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (5/4).

Setyo juga menjelaskan, hingga sekarang belum dapat memastikan kapan akan memanggil saksi. Selain itu, dalam laporan yang dialamatkan kepada Sukmawati, Polri juga membuka ruang untuk Restorative Justice.

“Ini terbuka ruang-ruang untuk Restorative Justice, atau namanya penyelesaian perkara di luar, tidak perlu sampai ke pengadilan. Bilamana sudah saling memaafkan misalnya, bisa saja di selesaikan,” tuturnya.

Sebelum memutuskan untuk memanggil saksi, kata Setyo, polisi harus mengumpulkan informasi sebanyak mungkin. Sehingga keputusan yang nanti diambil, dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.

“Tahap berikutnya kita meski kumpulkan bahan keterangan sebanyak-banyaknya, sehingga kita bisa menentukan apakah ini masuk pidana atau bukan. Kemudian setelah itu bisa dinaikkan ke penyidikan atau tidak, kan ada prosesnya,” kata Setyo.