Aksi Bela Islam 6-4 Terkait Puisi Sukmawati, Polisi Siapkan Sejumlah Strategi Pengamanan

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono. (Foto: Sayangi.com/Tri Setyo)

Jakarta, Sayangi.com – Presidium Alumni (PA) 212 bersama sejumlah Ormas Islam lainnya rencananya akan menggelar Aksi Bela Islam 6-4. Aksi yang dilakukan sebagai bentuk protes terhadap puisi Sukmawati ini dipusatkan di depan Gedung Bareskrim Polri, pada Jumat (6/4).

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan, pihaknya telah menerima surat pemberitahuan aksi tersebut. Polisi juga telah menyiapkan sejumlah strategi pengamanan, terkait aksi tersebut.

“Surat pemberitahuan aksi sudah diterima, estimasi (peserta aksi sebanyak) 1000 orang. Nanti akan disiapkan pengamanan,” ujar Argo di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (5/4).

Mantan Kabid Humas Polda Jawa Timur ini mengaku, belum dapat memastikan akan menerjunkan berapa personil untuk mengamankan aksi tersebut. Saat ini, pihak kepolisian masih memetakan pengamanan saja.

“Personel masih dalam perhitungan. Untuk lokasi jalur dan titik kumpul akan kita koordinasikan,” terangnya.

Dengan adanya aksi besok, kata Argo, kemungkinan lalu lintas akan sedikit terganggu. Saat ditanya soal pengalihan arus lalu lintas, menurut Argo, hal tersebut situasional.

“Mengenai pengalihan arus lalu lintas, itu situasional sesuai dengan kondisi lapangan,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Sukmawati Soekarnoputri dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh seorang pengacara bernama Denny Adrian Kushidayat. Denny menganggap Sukmawati puisi yang dibacakannya telah menistakan agama.

“Ya untuk hari ini saya melaporkan Sukmawati dengan dugaan penistaan agama,” ujar Denny di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (3/4).

Di hari yang sama, Ketua DPP Hanura Amron Asyhari juga melaporkan Sukmawati Soekarnoputri ke Polda Metro Jaya. Sukmawati dilaporkan karena dinilai menistakan agama melalui puisi karyanya yang dibacakan dalam sebuah fashion show.

“Dia (Sukmawati) sebagai orang Islam jangan seperti itulah. Jangan pakai bahasa-bahasa yang kontroversi, yang membuat geram dan gerah umat,” ujar Amron.

Sukmawati sendiri telah meminta maaf terkait puisi yang dibacakannya tersebut. Menurut putri Presiden pertama Indonesia Soekarno ini, tidak ada niatan menghina umat Muslim saat membacakan puisi tersebut.