Kombes Hengki, Sosok Kapolresta Barelang Kaya Inovasi

Kapolresta Barelang Kombes Hengki (tengah) mmemperlihatkan barang bukti dalam kasus penyelundupan narkoba.

Sayangi.com – Nama Barelang merupakan singkatan dari Batam, Rempang, dan Galang. Disana dibangun sebuah ‘Jembatan Barelang’ yang menghubungkan pulau-pulau di Provinsi Kepulauan Riau yaitu Pulau Batam, Pulau Tonton, Pulau Nipah, Pulau Rempang, Pulau Galang dan Pulau Galang Baru.

Masyarakat setempat menyebutnya “Jembatan Barelang”, namun ada juga yang menyebutnya “Jembatan Habibie”, karena dialah yang memprakarsai pembangunan jembatan itu untuk menfasilitasi ketiga pulau tersebut yang dirancang untuk dikembangkan menjadi wilayah industri di Kepulauan Riau.

Jembatan Barelang telah menjadi ikon Kota Batam, bahkan telah populer sebagai landmark-nya Pulau Batam.

Kapolresta Barelang sejak Maret 2017 dipimpin oleh perwira menengah bernama Kombes Hengki. Memimpin kepolisian di wilayah yang berada di jalur pelayaran internasional dan berberbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia, Hengki telah berhasil membawa Polresta Barelang sebagai institusi modern, inovatif, dan disegani.

Selama setahun kepemimpinannya, tak terhitung berapa banyak penyelundupan narkoba yang berhasil digagalkan. Hengki selalu sigap mengerahkan pasukannya menangkap para penyelundup barang haram tersebut dengan mengejarnya ke tengah lautan, menggeladah para bandar di bandara hingga membongkar plafon rumah yang dijadikan tempat menyembunyikan narkoba.

Baca: Polresta Barelang Amankan Sabu 2,6 Kg, Sebagian Disembunyikan di Plafon Rumah

Polresta Barelang Ungkap Penyelundupan 27 Ribu Ekstasi dan 6,2 Kg Sabu

 

Selain dikenal tak kompromi terhadap peredaran narkoba, Kombes Hengki juga sangat tegas dalam memberantas kejahatan guna menjaga Kamtibmas di wilayahnya. Tim Macan Polresta Barelang pada November 2017 lalu berhasil mengejar pelaku perampokan hingga ke Medan. Hengki juga perintahkan tembak di tempat bagi pelaku begal yang meresahkan masyarakat.

Klinik Pancasila

Hengki membuat gebrakan dengan menggagas program khusus bernama “Klinik Pancasila” dalam rangka menjaga keamanan dan mewaspadai paham radikalisme yang akan masuk di wilayah Barelang. Program ini mencakup 4 pilar kebangsaan yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI.

“Sasarannya adalah masyarakat termasuk pelajar, mahasiswa, guru, tokoh agama, termasuk polisi sendiri. Pancasila merupakan harga mati yang tak bisa ditawar-tawar,” ujar Hengki kepada wartawan soal latar belakang pembentukan program tersebut, Desember tahun lalu.

Sejumlah kegiatan focus group discussion (FGD) digelar Polresta Barelang dengan menghdirkan para akademisi dan tokoh agama dalam rangka memperdalam muatan ideologis pada program Klinik Pancasila tersebut.

Menurut Hengki, selain mengaktifkan Klinik Pancasila, pihaknya juga memiliki Forum RT dan RW se-Batam. Forum ini akan mengawasi dan memantau setiap tamu atau pendatang yang datang selama 1×24 jam, khususnya yang masuk dari perbatasan dengan Negara Singapura dan Malaysia.

Melalui Klinik Pancasila dan Forum RT dan RW se-Batam ini, sosok Hengki menjadi sangat dekat dengan pemuda, mahasiswa, LSM serta tokoh masyarakat di wilayahnya.

Teknologi Cloud

Dalam rangka memaksimalkan disiplin anggota Polri dan mempercepat pelayanan terhadap masyarakat, Polresta Barelang menerapkan sistem absen sidik jari online. Hal ini tergolong canggih karena menggunakan model teknologi terkini yang terhubung dengan server cloud.

“Kebijakan absensi sidik jari ini merupakan salah satu inovasi Polresta Balerang dalam rangka meningkatkan kinerja dan profesionalitas anggota Polri,” tegas Hengki dalam pernyataan kepada Sayangi.com, Rabu (3/5).

Canggih, Polresta Barelang Terapkan Absen Fingerprint Barbasis Cloud

Dalam jangka panjang, kebijakan ini juga akan diimplementasikan pada seluruh Polsek di jajaran Polresta Barelang.

“Khusus untuk anggota lapangan disediakan juga software absensi berbasis android guna mempermudah personil Polresta Barelang dalam melaporkan kehadirannya,” kata Hengki.

Riwayat Pengabdian

Hengki lahir di Pulau Batu pada 7 Januari 1971. Dia memulai karir menjadi Polisi sejak 1995 melalui pendidik Akademi Kepolisian, dengan pangkat Inspektur Dua (Ipda) dan berdinas di Polres Kepri Timur Polda Riau.

Kemudian, menjabat Kaurbinops Reserse Polres Kepri Timur (1997). Setelah itu, Hengki dipromosikan menjadi Kapolsek Khairah Mandah dan pangkatnya naik menjadi Inspektur Satu (Iptu) di tahun 1989.

Setelah itu, Januari 1999, Hengki menjabat sebagai Kasat Serse Polres Inhil, Polda Riau, dan bulan 10 tahun 1999, Hengki menjabat Kapolsektif Karimun Polres Kepri Barat, Polda Riau.

Lalu, anak ke sembilan dari sembilan bersaudara itu, menikah dengan gadis pujaan hatinya, Elitha Marthalina Ulfa pada 25 Maret 2000.

Pada 2001-2002, ia menjadi Kabagops Polres Kampar Riau, dan naik pangkat menjadi Ajun Komosaris Polisi (AKP). Lalu, awal 2003, ia menjabat sebagai Wakasat Reskrim Polrabes Pekanbaru, Polda Riau, pada akhir tahun pindah dengan jabatan PAMA PTIK.

Setelah itu, Hengki menjabat sebagai Kanit II Sat II Dit Reskrim Polda Banten pada 2005. Kemudian, Ia diangkat menjadi Kapolsek Kragiran Polres Serang, dan naik pangkat menjadi Komisaris Polisi (Kompol).

Dari 2007 sampai 2009, Hengki menjabat sebagai Kanit I Ditreskrim Polda Banten, kemudian Pamen Bareskrim Polri.

Karir Hengki terus naik, 2010 naik pangkat menjadi Ajun komisaris Besar Polisi (AKPB) dan berdinas di Unit III Dit V/Tipiter Bareskrim, lalu pindah menjadi Pamen Polda Banten pada 2011, dan Kasubdit 2 Direskrimum dan Direskrimsus Polda Banten, hingga 2012.

Pada 2013, Hengki pindah ke Polres Metro Lampung dan menjabat sebagai Kapolres. Dan kembali pindah pada 2014 sebagai Kapolres Lampung Selatan.

Sebelum pindah ke Polresta Barelang pada 2016 lalu, putra pasangan H Badarudin (alm) dan Imayati (alm) pindah dari Polres Lampung ke Polda Sumbar sebagai Wadirreskrimsus pada 2015.

Bulan Maret 2017, Hengki diangkat menjadi Kapolresta Barelang menggantikan Helmy Santika setelah sempat menjabat Wakapolresta Barelang. Dan pada 1 Juli 2017, bertepatan dengan Hut Bayangkara ke 71, Hengki naik pangkat menjadi Kombes Pol.

“Semakin tinggi jabatan, semakin harus mengabdi pada masyarakat, bagaimana memberikan pelayanan dan keamanan bagi masyarakat,” kata Kombes Hengki.

(Dari berbagai sumber)