Terkait Laporan Fahri Hamzah, Penyidik Ajukan 13 Pertanyaan Kepada Sohibul Iman

Sohibul Iman saat di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (9/4). (Foto: Sayangi.com/Tri Setyo)

Jakarta, Sayangi.com – Setelah tiga setengah jam diperiksa penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Presiden PKS Muhammad Sohibul Iman akhirnya keluar ruang pemeriksaan. Menurutnya, ada 13 pertanyaan yang diajukan penyidik, terkait laporan Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah.

“Ada sekitar 13 pertanyaan. Pemeriksaan sendiri sekitar satu jam, setelah itu pembuatan BAP (Berkas Acara Pemeriksaan) yang cukup lama,” ujar Sohibul di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (9/4).

Dasar laporan Fahri, kata Sohibul, adalah sebuah wawancara eksklusif dirinya di sebuah stasiun televisi berita. Fahri menganggap apa yang disampaikan Sohibul telah mencemarkan nama baiknya.

“Kita jelaskan disana tidak ada unsur pencemaran, tidak ada unsur fitnah. Justru yang ada disitu menggambarkan sebuah fakta, yang dilengkapi dengan dokumen yang memadai,” katanya.

Ditempat yang sama, kuasa hukum Sohibul Iman, Indra menjelaskan, dengan apa yang telah disampaikan kliennya ke penyidik, ia yakin penyidik bisa menilai. Sehingga ia berharap perkara ini dapat selesai dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi.

“Secara prinsip Insya Allah apa yang dituduhkan tidak berdasar dan bisa kita sanggah semua, dengan keyakinan kita penyelidik akan profesional. Dalam waktu dekat kasus ini bisa jelas perkaranya dan bisa selesai dalam waktu singkat,” urainya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah akhirnya memenuhi janjinya untuk datang ke Mapolda Metro Jaya, Kamis (8/3). Kedatangan Fahri sendiri untuk membuat laporan, yang dialamatkan ke Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman.

Fahri juga mengaku reputasinya dihancurkan oleh Sohibul, karena ia kerap dituding sebagai pembangkang aturan partai. Padahal menurutnya, apa yang ia lakukan selama ini demi menjaga marwah dan kehormatan PKS.

“Maka saya mengambil tindakan hukum demi untuk menyelamatkan partai ya, menyelamatkan loyalitas kader. Tentu ada hubungannya dengan pribadi saya, karena yang dituduh berbohong dan pembangkang itu saya,” ujar Fahri, Kamis (8/3) lalu.

Laporan itu diterima dengan nomor, LP/1265/III/2018/PMJ/Dit.Reskrimsus per tanggal 8 Maret 2018 pukul 15.15 WIB. Atas laporan itu, Sohibul terancam dikenakan Pasal 27 Ayat 3 dan Pasal 43 Ayat 3 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan atau Pasal 311 KUHP dan atau 310 KUHP.