Polisi Temukan Kandungan Metanol Dalam Miras Oplosan Maut di Jakarta

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono saat konferensi pers soal miras oplosan di Mapolres Jakarta Selatan, Rabu (11/4). (Foto: Sayangi.com/Tri Setyo)

Jakarta, Sayangi.com – Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan, pihaknya telah mengirim barang bukti minuman keras oplosan ke laboratorium forensik Mabes Polri. Setelah diteliti, diketahui bahwa miras oplosan tersebut mengandung metanol.

“Setelah dilakukan pemeriksaan ada salah satu mengandung metanol. Metanol muncul setelah beberapa cairan dicampur,” ujar Argo saat konferensi pers di Mapolres Jakarta Selatan, Rabu (11/4).

Awalnya, kata Argo, polisi mendapat laporan dari masyarakat pada akhir Maret hingga awal bulan April. Setelah mendapat laporan, akhirnya tim segera mencari tahu siapa pihak yang bertanggungjawab atas tewasnya sejumlah orang, akibat miras oplosan.

“Kemudian semua turun ke lapangan. Ini perintah bapak Kapolda untuk mengecek,” jelasnya.

Setelah dilakukan pengecekan, sambung Argo, diketahui 31 orang tewas akibat menenggak miras oplosan. Mereka yang tewas berasal dari sejumlah tempat di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

“Dari Jakarta Timur 10 orang, Jakarta Selatan delapan orang, Depok enam orang, Bekasi tujuh orang. Untuk yang dirawat di Jakarta Timur sembilan orang, Bekasi Kota enam orang, Depok tiga orang dan Jakarta Selatan 18 orang,” paparnya.

Mantan Kabid Humas Polda Jawa Timur ini juga menjelaskan, dari kasus ini ada sejumlah tersangka yang berhasil diamankan. Sementara sejumlah orang saat ini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

“Tersangka yang diamankan di Jakarta Timur tujuh orang, Jakarta Selatan satu orang, Bekasi Kota dua orang, Depok satu orang. DPO ada dua orang, satu orang di Jakarta Timur dan satu orang di Bekasi Kota,” terangnya.