Zuckerberg Mengaku Jadi Korban ‘Rampok’ Cambridge Analytica

Foto NBC News
Foto NBC News

Washington,Sayangi.com- Mark Zuckerberg Pendiri dan Kepala Eksekutif Facebook mengaku data pribadinya ikut dicuri dan dijual oleh konsultan politik Inggris, Cambridge Analytica.

Ucapan tersebut saat Zuckerberg Rapat Dengar Pendapat hari kedua dengan Kongres Amerika Serikat di Capitol Hill, Washington DC.

Dilansir dari news.vice Kamis (12/4) Senator dari Partai Demokrat Anna Eshoo menanyakan “Apakah data pribadi Zuckerberg juga termasuk yang ikut dicuri dan dijual kepada pihak ketiga?” “Betul,” Zuckerberg, menegaskan .

Senator ini juga menanyakan pada Zukerberg ‘Apakah ia memiliki tanggung jawab moral untuk menjalankan platform demi melindungi demokrasi kita. Zuckerbergpun menjawab dengan iya,saya katakan iya senator jawabnya.

Eshoo juga menekan Zuckerberg tentang apakah ada perusahaan lain seperti Cambridge Analytica yang memanen data pengguna tanpa sepengetahuan mereka?. Lalu kemudian mereka menggunakannya untuk tujuan yang tidak diketahui oleh mereka.

Untuk pertanyaan ini, pendiri Facebook ini tidak bisa menjawab dengan pasti. “Kami terus menyelidiki, Senator,” paparnya. Facebook mengatakan bahwa data pribadi 87 juta penggunanya digunakan untuk kampanye pemenangan Donald Trump dan Brexit.

Sebenarnya, Facebook telah meminta Cambridge Analytica untuk menghapus seluruh informasi yang telah dicurinya. Namun, salinan data tersebut tetap dipegang oleh perusahaan yang salah satunya Steve Bannon tangan kanan Trump.

Kendati Zuckerberg mengakui hak privasinya dilanggar, namun ia juga diberikan hak istimewa pada platform yang dikendalikannya. Zuckerberg bersama para eksekutif lainnya secara permanen menghapus pesan yang mereka kirim ke orang lain di aplikasi. Hak ini tidak dimiliki oleh pengguna lainnya.