Xi Jinping Pimpin Parade Militer Terbesar di Laut China Selatan

Foto ABC Radio Australia
Foto ABC Radio Australia

Beijing,Sayangi.com- Presiden China Xi Jinping telah memimpin parade alat utama militer terbesar China. Gelaran pasukan militer Tiongkok telah diperlihatkan oleh armada militernya di Laut China Selatan,Kamis pekan lalu.

Gelaran militer China kali ini merupakan aksi unjuk kekuatan paling terbesar di Laut China Selatan yang diperselisihkan. Televisi Sentral China memperlihatkan video Jinping menumpang kapal perusak Changsha sebelum berlayar ke sebuah lokasi yang disebutkan secara khusus di Laut China Selatan.

Dilansir dari Daily Mail Jumat (13/4)  Latihan prosesi tersebut, telah melibatkan lebih 10.000 perseonel AL, 76 jet tempur, dan kelompok 48 kapal perang dan kapal selam. Dihadapan tentara saat parade Xi mengatakan bahwa kebutuhan China untuk memiliki pasukan AL yang unggul di dunia “tak pernah lebih mendesak daripada hari ini”. Parade dini hendaknya  mendorong militer China menunjukkan kesetiaan kepada partai.

Sebelumnya Jinping menyaksikan parade Kapal AS China dengan menggunakan teropong. Dalam parade ini orang no 1 Tiongkok ini juga disuguhi Empat jet tempur J-15 yang  tinggal landas dari wilayah Liaoning.

Jinping membakar semangat Tentara China dengan mengatakan Tentara Pembebasan Rakyat China hendaknya bekerja untuk mengembangkan armada lautnya. Tentara China harus membangun sistem tempur maritim modern dan memperkuat kemampuannya dalam misi-misi militer yang berbeda.

Saat ini angkatan bersenjata China, yang terbesar di dunia, sedang menjalani program modernisasi. Program itu meliputi investasi di bidang teknologi dan peralatan baru. Program moderensasi meliputi pesawat-pesawat tempur siluman dan kapal-kapal induk, serta pengurangan jumlah personel.

Keberadaan militer China di Laut China Selatan telah membuat risau para tetangganya. Hal ini khusunya berkaitan dengan sikap asertifnya yang meningkat di kawasan-kawasan di Laut China Selatan yang diperselisihkan

Terkait persoalan Timur Taiwan, yang kawasannya memiliki pemerintahan sendiri tetapi Beijing mengklaim kawasan ini sebagai miliknya. China juga telah mengumumkan pihaknya akan menyelenggarakan latihan militer dengan peluru tajam di Selat Taiwan pada 18 April 2018.

Dalam sebuah pernyataan Kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan bahwa tentaranya menilai situasi itu di bawah kendali dan dapat menjamin keselamatan Taiwan.

Jinping yang juga sebagai ketua Komisi Militer Sentral dan Panglima Tertinggi China telah memperlihatkan kegemaran untuk mempertontonkan kemampuan militer. Ini termasuk parade skala besar pada tahun 2015 yang terdiri dari peluru kendali yang melintasi pusat kota Beijing dan lainnya.

Unjuk pasukan China juga pernah dilakukan pada bulan Juli tahun kemarin di pangkalan latihan terpencil Zhurihe di wilayah Mongolia. Gelar armada China sepertinya menjawab adanya kapal induk USS Theodore Roosevelt (AS) yang telah melakukan latihan rutin di Laut China Selatan