AS Siapkan Hantam Suriah, Presiden Bashar Assad Lari Sembunyi

Bashar Assad bertemu dengan delegasi Iran disebuah bunker. Foto The Sun
Bashar Assad bertemu dengan delegasi Iran disebuah bunker. Foto The Sun

Washington,Sayangi.com- Dalam beberapa minggu ini Amerika Serikat gencar merencanakan akan menyerang Suriah dengan rudal-rudalnya. Hubungan AS dengan Suriah serta Rusia akhir akhir ini makin panas. Apalagi, rencana penyerangan sudah disampaikan langsung oleh Presiden AS Donald Trump.

Rekaman yang diperlihatkan Baghdad Post menunjukkan Assad di dalam ruangan tanpa jendela atau gorden dengan salah satu petinggi Iran. Mereka tengah berdiskusi guna mengantisipasi serangan AS yang akan segera terjadi.

Foto-foto resmi juga menunjukkan Assad di sebuah ruangan kecil seperti bunker dengan delegasi dari Iran. Seperti diketahui  Iran merupakan sekutu kunci Suriah yang menjadi musuh bebuyutan Amerika Serikat.

Sekutu Iran dan Rusia secara efektif menjaga Suriah. Kedua negara sekutu Suriah ini dilarang melakukan komunikasi jarak jauh untuk menghindari lokasi keberadaan Assad Bashar tidak terdeteksi

Sementara itu sumber terdekat Assad mengatakan istana mewah presiden Suriah bisa meledak jika dalam guncangan. Pemboman AS dan sekutunya diperkirakan memiliki lingkup yang lebih luas daripada tahun lalu saat Amerika menembakkan rudal Tomahawk di pangkalan udara Suriah  setelah serangan kimia baru-baru ini.

Sementara itu Presiden Assad telah mulai menyembunyikan aset militernya bersama dengan milik Rusia. Hal ini mereka lakukan sebagai kekuatan untuk melindungi Suriah serangan udara dan angkatan laut AS. Diperkiran Rudal Tomahawk yang akan ditembakkan AS merupakan rudal terbesar sejak perang Irak 2003,saat ini tengah menuju Suriah

Dilansir dari the sun,Sabru  (14/4/2018) Badan-badan intelijen AS telah melacak pesawat Suriah yang dipindahkan dari pangkalan mereka ke orang-orang di bawah kendali Rusia. Bagi Suriah kehadiran militer Rusia,membuat Assad yakin bahwa Washington akan enggan untuk memukul aset-aset Rusia.

Trump mengatakan, AS akan memborbardir Suriah dalam waktu segera. Hal itu dilakukan sebagai respons masih digunakannya senjata kimia di Suriah, yang ditengarai didukung Rusia.

Ancaman AS ini mendapatkan sokongan dari Inggris, yang sedang geram dengan Rusia. Ini lantara mantan mata-matanya Sergei Skripal diserang dengan senjata kimia racun saraf di wilayah teritorial. Diberitakan hingga kondisi Skripal masih kritis. Meski Rusia selalu menampik tuduhan itu, namun Inggris yakin akan keterlibatan Rusia di dalamnya.

Sementara itu, menyangkut rencana serangan AS ke Suriah yang didukung Inggris, disebutkan bahwa Presiden Suriah, Bashar al-Assad sudah berada di tempat aman di sebuah bunker. Jejak Assad diantarkan dengan konvoi militer ini yang dilaporkan Baghdad Post.

Laporan Baghdad Post menuliskan Assad sudah meninggalkan Damaskus, dengan dikawal militer Rusia yang merupakan sekutu kekuatan Assad. Keberadaan Assad diidentikasi berada di bunker pangkalan udara Kremlin di Suriah. Pangkalan militer ini dioperasikan Suriah  bersama Rusia.