Raja Salman Rogoh Rp 2 Triliun untuk Palestina

KTT Liga Arab ke 29 di Dahran bagian timur Arab Saudi. Foto Egypt Today
KTT Liga Arab ke 29 di Dahran bagian timur Arab Saudi. Foto Egypt Today

Dhahran,Sayangi.com-  Arab Saudi mengumumkan pada hari Minggu donasi senilai $ 150 juta atau ssetara Rp. 2 Trliun kepada Palestina. Sumbangan tersebut untuk pemeliharaan pemeliharaan situs warisan Islam, masjid Al-Aqsa Yerusalem.

Kerajaan Arab Sauadi mengumumkan $ 50 juta atau setara Rp.500 Milyard lainnya untuk program yang dijalankan oleh badan bantuan PBB untuk Palestina (UNRWA) setelah AS memangkas bantuannya.

Sebelum pembukaan KTT, Raja Salman menerima para pemimpin Arab dan kepala delegasi yang berpartisipasi dalam KTT  di Pusat Kebudayaan Internasional King Abdulaziz di Dhahran.

Pengumuman pemberian Arab Saudi ke Palestina  dilakukan saat pembukaan Konferensi Liga Arab di kota Dhahran,sebelah Timur kota Riyard.  KTT Liga Arab ke-29 dibuka oleh Raja Abdullah II dari Yordania.

Dalam KTT ini Arab Saudi, menekankan perlunya solusi dua negara dan mengutuk keputusan AS untuk memindahkan kedutaannya ke Yerusalem. Raja Salman juga mengutuk langkah itu dan mengulangi penolakan Kerajaan terhadap keputusan AS. KTT ini   menekankan perlunya memiliki Yerusalem Timur sebagai ibu kota Palestina.

Arab Saudi, yang mengambil alih kursi putar KTT Arab dari Yordania, mengumumkan bahwa pertemuan saat ini akan diberi nama “KTT Quds (Yerusalem). Nama ini sebuah referensi untuk keputusan Presiden AS Donald Trump tahun lalu untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel yang dikecam negara-negara Arab.

“Kami menegaskan kembali penolakan kami terhadap keputusan AS tentang Jerusalem. “Yerusalem Timur adalah bagian integral dari wilayah Palestina. Raja Salman mengatakan dia telah menamai pertemuan tahun ini “pertemuan puncak Yerusalem sehingga seluruh dunia tahu Palestina dan rakyatnya tetap menjadi pusat perhatian Arab”.

Raja Salman juga mengatakan kepada para pemimpin dari seluruh 22 negara anggota Liga Arab bahwa Iran harus disalahkan atas ketidakstabilan dan campur tangan di wilayah tersebut.  Dia mengatakan pemberontak Yaman Houthis, yang didukung oleh Iran, telah menembakkan 116 rudal ke kerajaan itu sejak Arab Saudi pergi berperang di Yaman tiga tahun lalu.

Iran mencoba dan mengembalikan kembali kekuatan  Houthi di sana. “Kami memperbarui kecaman keras kami atas tindakan teroris yang dilakukan oleh Iran.” di kawasan Arab.  Dan kami menolak campur tangan terang-terangan dalam urusan internal negara-negara Arab, ”ungkap Salman, tanpa memberikan spesifikasinya.

Raja Salman menyerukan kepada masyarakat internasional untuk mengambil sikap yang kuat terhadap agresi Iran di kawasan itu, serta milisi yang memotong bantuan ke Yaman yang dilanda perang.

Sedangkan Sekretaris Jenderal Liga Arab Ahmed Aboul-Gheit mengatakan pemerintah Assad dan “pemain internasional yang berusaha mencapai tujuan politik strategis mereka sendiri” bertanggung jawab atas krisis di sana. “Interferensi regional dalam urusan Arab telah mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Dan pertama-tama ini adalah campur tangan Iran, yang tujuannya bukan untuk kesejahteraan orang Arab atau kepentingan Arab. Aboul Gheit menambahkan bahwa ancaman utama yang dihadapi orang Arab semuanya sama-sama penting dan berbahaya.

“Tantangan saat ini menyerukan dialog tentang prioritas keamanan nasional Arab,”. Sekretaris Jenderal Liga Arab juga mengatakan bahwa rezim Suriah memikul tanggung jawab besar dalam “runtuhnya tanah air dan kehilangan martabat,ungkap Aboul Gheit

Namun, kritik terkuat dari keputusan Trump berasal dari Presiden Palestina Mahmoud Abbas. Dalam pertemuan KTT ini Abbas mengatakan “Keputusan telah membuat Amerika Serikat menjadi pihak dalam konflik dan bukan mediator netral.