Polisi Tangkap Empat Orang Sindikat Spesialis Pembobolan Kartu Kredit

Jakarta, Sayangi.com – Subdit Jatanras Polda Metro Jaya berhasil mengungkap kasus pembobolan kartu kredit. Dalam kasus ini, polisi mengamankan empat pelaku, berinisial NM, TA, AN dan IS.

Kasubbid Penmas Polda Metro Jaya AKBP I Gede Nyeneng mengatakan, awalnya tersangka membeli database nasabah dari IS, dengan cara online. Setelah itu, tersangka NM dan AN memfilter untuk mengetahui data nasabah yang masih aktif.

“Tersangka NM menghubungi call center bank tertentu, lalu meminta costumer service bank memperbaharui data nasabah,” ujar Gede di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (16/4).

Lalu, sambung Gede, pihak bank memverifikasi tersangka dan mengajukan sejumlah pertanyaan. Dengan data yang dimilikinya, tersangka mampu menjawab sejumlah pertanyaan dari pihak bank.

“Setelah mendapatkan OTP (One Time Password), NM meminta bank mengirim kartu kredit baru ke alamat AN, dengan alasan telah pindah rumah,” jelasnya.

Gede juga menjelaskan, ada modus lain yang dilakukan sindikat ini dalam membobol kartu kredit korbannya. Setelah memfilter dengan database yang dimiliki, NM dan AN menghubungi korban dan mengaku sebagai pihak bank.

Tersangka awalnya memberitahu bahwa kartu kredit korban mengalami kerusakan. Setelah korban percaya, tersangka meminta ATP tiga digit angka milik korban dan tanggal kedaluwarsa kartu kreditnya.

“Setelah tersangka menguasai kartu kredit korban, mereka gunakan itu untuk transaksi online maupun tunai,” tandasnya.

Dalam kasus ini, polisi turut menyita sejumlah barang bukti seperti laptop, beberapa ponsel, sejumlah buku tabungan, laptop dan berbagai jenis kartu kredit.

Atas perbuatannya, para tersangka dikenakan Pasal 378 KUHP dan atau 362 KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.