Diskusi PGK, Perludem: Anak Muda Indonesia Jangan Hanya Jadi Objek Politik

Aktivis Perludem Dika (Berbaju Putih) saat menjadi pembicara dalam diskusi PGK, di Restp Pempekita Tebet Jakarta, Selasa (17/4). (Foto: Sayangi.com/Tri Setyo)

Jakarta, Sayangi.com – Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK) mengadakan diskusi yang bertajuk “Peranan Pemuda dan Mahasiswa dalam Menghadapi Pemilu Serentak 2019”. Diskusi diadakan di Resto Pempekita kawasan Tebet Timur Dalam Jakarta, Selasa (17/4).

Hadir dalam acara diskusi tersebut, aktivis Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Dika. Dalam sambutannya, Dika mengatakan, posisi anak muda memengang peran sangat penting.

Karena menurut Dika, ada sekitar 7,4 persen pemuda yang menjadi pemilih pemula dalam Pemilu 2019. Atau ada sekitar 14 juta pemilih dari total sekitar 196,5 juta pemilih dalam Pemilu 2019.

Kendati demikian, lanjut Dika, aktor politik sejauh ini masih menjadikan anak muda sebagai objek politik. Menurutnya, ada sejumlah hal yang menjadikan pemuda hanya dijadikan objek politik.

“Pertama, karena ideologinya belum tetap. Kedua, mereka juga tidak terkonsolidasi secara mapan, beda dengan orang tua,” ujar Dika.

Dika juga mengatakan, agak sulit untuk anak muda untuk menjadi subyek politik. Pasalnya, untuk menjadi subjek politik harus melalui institusi politik, dalam hal ini adalah partai politik.

“Kalau anak muda mau bikin parpol baru, syaratnya berat. Mau bikin parpol itu harus memiliki kepungurusan di seluruh Provinsi, memiliki kepengurusan paling sedikit 75 persen dari jumlah Kabupaten atau Kota di provinsi yang bersangkutan,” jelasnya.

Namun, lanjut Dika, ke depan anak muda mesti menunjukkan perannya dalam Pemilu 2019 dengan terlibat aktif dan tidak hanya menjadi ojek politik. Contohnya, anak muda tetap dapat berkonsolidasi agar pandangannya dapat diapresiasi elit politik.

“Pemuda dapat mengkonsolidasikan diri antar anak muda dengan kepentingan-kepentingannya, agar bisa dipandang elit politik tua. Agar nantinya pemuda punya manifestasi politik anak muda,” katanya.

Hadir dalam diskusi ini Ketua Umum DPP PGK Bursah Zarnubi, Kabid Sospol PB HMI Azis, Sekjen PP KAMMI Phirman Reza, Ketua Dema UIN Jakarta Ahmad Nabil Bintang dan Ketua BEM UMJ Rahmat Syarif.

Ketua Umum PGK Bursah Zarnubi memberikan cindera mata kepada para narasumber diskusi.