SETARA Institute: Intimidasi Atas Pilihan yang Berbeda adalah Kemunduran Demokrasi

Hendardi
Ketua SETARA Institute Hendardi /Foto: dok.sayangi.com

Jakarta, Sayangi.com – Ketua SETARA Institute Hendardi mengatakan, intimidasi atas pilihan yang berbeda adalah kemunduran demokrasi. Hal itu diungkapkan Hendardi menanggapi terjadinya intimidasi oleh sekelompok warga yang menamakan dirinya Gerakan #2019GantiPresiden atas beberapa warga yang menggunakan kaos dengan hashtag #DiaSibukKerja pada acara Car Free Day, Minggu (29/4) kemarin.

“Setiap warga negara mendapatkan jaminan peraturan perundang-undangan untuk mengekspresikan pandangannya, termasuk preferensi politiknya secara bebas,” kata Hendardi dalam keterangan pers yang diterima redaksi, Senin (30/4).

Menurutnya, intimidasi terhadap sesama warga disebabkan oleh perbedaan pilihan dan afiliasi politik nyata-nyata mengancam salah satu kebebasan sipil paling dasar yang dijamin konstitusi.

“Dalam kaca mata hukum, persekusi dan tindakan intimidasi demikian merupakan tindakan melanggar hukum yang dapat dimintakan pertanggungjawaban sesuai mekanisme hukum pidana,” ujarnya.

Melihat konteks peristiwa tersebut, lanjut dia, pemerintah daerah dan aparat kepolisian hendaknya melakukan tindakan presisi untuk mencegah berulang dan maraknya intimidasi terhadap sesama warga karena perbedaan pilihan politik.

“Pemerintah DKI Jakarta, khususnya Gubernur dan Wakil Gubernur harus mengevaluasi secara adil penggunaan CFD (car free day) dan ruang publik lainnya untuk kegiatan kampanye politik,” tuturnya.

Selain itu, tambah Hendardi, setelah peristiwa intimidasi yang terjadi kemarin, aparat hendaknya melakukan tindakan polisional yang lebih memadai untuk melakukan pencegahan agar peristiwa serupa tidak terulang dan meluas.

“Aparat kepolisian dapat mengambil tindakan hukum, mulai dari pembinaan hingga penangkapan, untuk memberikan efek jera dan mengantisipasI kerawanan di tahun politik elektoral 2018 dan 2019,” demikian Hendardi.