Fahri Hamzah: Saya Hanya Laporkan Sohibul Iman, Jangan Diseret ke yang Lain

Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah, saat memenuhi panggilan penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya sebagai saksi terlapor atas dugaan kasus pencemaran nama baik yang dilakukan Sohibul Iman, Rabu (2/5). (Foto: Sayangi.com/Tri)

Jakarta, Sayangi.com – Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah memenuhi panggilan penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya sebagai saksi terlapor atas dugaan kasus pencemaran nama baik yang dilakukan Sohibul Iman. Menurutnya, kedatangannya guna mengklarifikasi terkait laporannya kepada presiden PKS, Muhammad Sohibul Iman.

Fahri menjelaskan, klarifikasi perlu dilakukannya lantaran ia merasa Sohibul ingin menyeret laporannya ke pihak lain, yakni Majelis Syuro PKS, Salim Segaf Al Jufri. Padahal, laporannya hanya tertuju ke Sohibul Iman.

“Saya akan tetap berusaha mengatakan kepada penyidik bahwa tidak perlu kita menyeret orang lain. Saya cuma melaporkan saudara Sohibul Iman,” ujar Fahri di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (2/5).

Fahri mengaku tidak ingin laporannya merembet kemana-mana. Karena menurutnya, laporannya hanya tertuju ke satu orang, yakni Sohibul Iman.

“Saya cuma mau konfirmasi (ke pihak penyidik) saja, kalau saya nggak mau kemana-mana,” tegasnya.

Lebih lanjut Fahri juga yakin, bahwa laporannya akan berakhir seperti apa yang diharapkan. Pasalnya saat melapor, ia telah membawa alat bukti video dimana Sohibul dianggap telah mencemarkan namanya.

“Jadi dalam pemeriksaan yang lalu, saya menegaskan bahwa saya menjadikan alat bukti hanya video. Video itu yang menyatakan saya bohong dan membangkang, hanya itu,” kata Fahri.

Seperti diketahui, Fahri melaporkan Sohibul Iman karena dianggap telah memfitnah dan mencemarkan nama baiknya. Dalam video, Sohibul menyebut Fahri sebagai seorang pembangkang.

Sohibul dilaporkan karena dinilai telah melanggar Pasal 27 Ayat 3 dan Pasal 43 Ayat 3 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan atau Pasal 311 KUHP dan atau 310 KUHP.