Polri Berharap Kawasan CFD Tidak Diisi Kegiatan yang Berbau Politik

Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Setyo Wasisto/foto: tri setyo

Jakarta, Sayangi.com – Setelah viral di media sosial mengenai dugaan persekusi yang dialami sejumlah orang di Kawasan Bebas Kendaraan Bermotor atau Car Free Day (CFD), laporan ke pihak kepolisian juga terus berdatangan. Hingga saat ini, setidaknya sudah tiga laporan yang diterima terkait insiden tersebut.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto mengatakan, ia telah bertemu dengan Direktur Reserse Kriminal Umum dan Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, untuk membahas hal tersebut. Hasilnya, laporan yang diterima masih dalam proses penyelidikan.

“Masih penyelidikan, masih mencari keterangan. Hingga saat ini kita belum menentukan siapa-siapa saja tersangkanya,” ujar Setyo di PTIK, Jakarta, Kamis (3/5).

Untuk menghindari insiden serupa terjadi, Setyo mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi di seluruh Indonesia. Polri berharap CFD tidak diisi dengan kegiatan berbau politik dan kegiatan yang memancing SARA.

“Kita berharap bahwa Kawasan Bebas Kendaraan Bermotor betul-betul dimanfaatkan masyarakat untuk berkumpul, berolahraga dan kegiatan seni budaya. Supaya tidak terjadi gesekan dan konflik-konflik di lapangan,” kata Setyo.

Lebih jauh Setyo juga membantah polisi lalai dalam melakukan pengamanan, sehingga dugaan persekusi sampai terjadi. Katanya, Polri telah berusaha semaksimal mungkin agar dua kelompok yang berbeda pandangan politik ini tidak melalui jalur yang sama.

“Mereka sudah lapor, sudah ada pengamanan. Tadi saya katakan ada yang lolos satu-satu ya wajar, karena semuanya pulangnya kan nggak searah,” terangnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pria bernama Stedi Repki Watung (36) membuat laporan ke Polda Metro Jaya terkait dugaan persekusi yang diterimanya saat kegiatan Car Free Day (CFD), di Jalan Sudirman-Thamrin pada Minggu (29/4) pagi. Ia merupakan salah satu orang yang mengenakan kaus #DiaSibukKerja, yang diduga mengalami perlakuan kurang menyenangkan dari kelompok massa yang mengenakan kaus #2019GantiPresiden.

Saat melapor Stedi didampingi pengacaranya, Bambang Sri Pujo. Menurut Bambang, apa yang menimpa kliennya merupakan tindakan yang tidak dapat dibenarkan.

“Bahwa peristiwa persekusi pada CFD hari Minggu 29 April itu adalah hal yang sangat memalukan bangsa Indonesia dimata dunia,” ujar Bambang di Mapolda Metro Jaya, Senin (30/4).