Ketua DPD RI: Para Pengedar Narkoba Harus Dihukum Mati

Ketua DPD RI Oesman Sapta Odang menghadiri acara pemusnahan sabu seberat 2,6 ton di Monas, Jumat (4/5). (Foto: Sayangi.com/Tri Setyo)

Jakarta, Sayangi.com – Sejumlah pejabat menghadiri acara pemusnahan sabu seberat 2,6 ton di Monas, Jumat (4/5). Selain Wakil Presiden Jusuf Kalla, Ketua DPD RI Oesman Sapta Odang juga turut hadir dalam pemusnahan tersebut.

Saat sambutan, pria yang karib disapa Oso ini menegaskan harus ada tindakan tegas terhadap oknum pengedar narkoba. Bahkan, guna memberi efek jera, pengedar narkoba harus dijatuhi hukuman mati.

“Pengedar narkoba itu harus dihukum mati, harus. Kenapa? Karena ancaman bagi generasi muda tentang narkoba ini sudah keterlaluan,” ujar Oso.

Disampaikan Oso, jumlah narkoba yang berhasil disita oleh pihak keamanan masih tergolong kecil. Ia menyebut, jumlah narkoba yang berhasil disita tidak sampai seperempat jumlah keseluruhan narkoba yang ada di Indonesia.

“Jangan lupa ini baru 20 persen yang ditangkap, yang lolos 80 persen. Jadi rasio yang sudah kita analisa ya kira-kira demikian,” terangnya.

Ketua Umum Hanura ini juga menjelaskan, bahwa tugas penegak hukum, khususnya BNN dalam memberantas narkoba cukup berat. Oleh karenanya, peran serta seluruh masyarakat dalam memberantas narkoba mutlak diperlukan.

“Tugas BNN sangat berat, perlu mendapat dukungan dari seluruh lapisan masyarakat, baik tingkat pedesaan, Kecamatan, Kabupaten dan Kota,” jelasnya.

Lebih jauh Oso juga menuturkan, target utama dari pengedar narkoba ialah generasi muda. Oleh sebab itu, ia mengimbau generasi muda untuk menjauhi narkoba.

“Yang paling penting, jadi mari anak-anak muda, kita bantu BNN ini menyelamatkan generasi muda Indonesia,” tandasnya.