Ibu yang Jadi Korban Dugaan Persekusi CFD Penuhi Panggilan Penyidik Polda Metro

Susi Ferawati di Mapolda Metro Jaya, Jumat (4/5). (Foto: Sayangi.com/Tri Setyo)

Jakarta, Sayangi.com – Seorang ibu bernama Susi Ferawati, yang diduga menjadi korban persekusi saat hari bebas kendaraan atau Car Free Day (CFD) di kawasan Sudirman-Thamrin mendatangi Polda Metro Jaya, Jumat (4/5). Kedatangan Susi guna menjalani pemeriksaan penyidik sebagai saksi pelapor.

Saat mendatangi Polda Metro Jaya, Susi juga ditemani oleh Ketua Cyber Indonesia Muannas Alaidid. Tidak banyak yang disampaikan Susi sebelum masuk ke gedung Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

“Ini mau diperiksa soal laporan kejadian di CFD. Nanti ya, saya ke dalam dulu,” ujar Susi.

Ditempat yang sama, Muannas menjelaskan, ia membawa sejumlah foto dan video sebagai barang bukti. Foto dan video tersebut berisi dugaan aksi persekusi yang dilakukan sejumlah oknum berkaus #2019GantiPresiden.

“Isinya ada gambar para pelaku, saksi di TKP dan beberapa rekaman video terduga pelaku, lebih dari lima orang. Sebetulnya banyak, karena kita hanya tangani bu Susi dan anaknya kita concern itu saja,” jelasnya.

Seperti diketahui, Susi Ferawati membuat laporan ke polisi pada Senin (30/4), terkait apa yang menimpanya saat acara CFD. Selain di acara CFD, Susi juga dirundung di media sosial.

Untuk laporan Susi mengenai apa yang terjadi di CFD teregistrasi dengan nomor LP/ 2374/ IV/ 2018/ PMJ/ Dit. Reskrimum. Dengan materi laporan mengenai perlindungan anak dan perbuatan tidak menyenangkan disertai ancaman kekerasan dan pengeroyokan.

Selain itu, Susi juga melaporkan pemilik akun Twitter @Netizentofa dengan Pasal 27 ayat 4 Juncto Pasal 45 ayat 4 UU RI Nomor 19 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Laporan tersebut teregistrasi dengan nomor LP/ 2376/ IV/ 2018/ PMJ/ Dit.Reskrimsus.