Lava Gunung Kilauea Hawaii Terjang 21 Rumah

Foto bbc .uk
Foto bbc .uk

Hawai,Sayangi.com- Jumlah rumah yang hancur akibat terjangan lava gunung berapi Kilauea di Hawaii melonjak menjadi 21 rumah. Para ilmuwan melaporkan lava memuntahkan lebih dari 200 kaki (61 meter) ke udara.

Sementara, sebanyak lebih dari 1.700 orang yang dievakuasi bersiap untuk kemungkinan mereka tidak kembali ke rumahnya untuk beberapa waktu.

Para pejabat Hawaii mengatakan rumah-rumah yang hancur itu berada di subbagian Leilaine Estate. Daerah ini  merupakan wilayah distrik pinggiran di Puna, yang berada dalam zona paling berbahaya. Leilaine Estate disatroni lava, gas beracun dan uap telah meledak melalui bukaan di tanah yang disemburkan oleh gunung berapi.

Para Petugas pertahanan sipil Hawaii menyatakan, dua rekahan baru di gunung terbentuk dalam semalam  totalnya mencapai 9 sejak Kamis (3/5/2018). “Angka itu bisa berubah,” kata juru bicara Hawaii Country Janet Snyder.

“Ini memilukan.” Amber Makuakane, 37,warga yang tinggal disekitar wilayah Leilaine Estate.  Ibu tunggal dari dua anak, dan berprofesi seorang guru ini mengatakan rumahnya dengan tiga kamar tidur di Leilani Estates dihancurkan oleh lahar.

Dikutip dari usatoday, Selasa (8/5/2018) para petugas pemadam kebakaran melakukan pengamanan lain terhadap rumah-rumah pada hari Minggu dan menyaksikan tanpa daya ketika lava melanda rumah satu persatu.

Para pengungsi yang gelisah berharap dapat kembali ke rumah mereka hari Minggu untuk memeriksa harta benda dan hewan peliharaan mereka. Tetapi itu tampaknya tidak mungkin, mengingat susulan aliran baru lava.

Greg Webber, warga lain yang menolak mengungsi, mengatakan dia menyaksikan delapan rumah tetangganya terbakar. “Saya tidak akan pergi sampai satu inci dari rumah saya,”. “Saya telah melalui ini jutaan kali.”ungkap Greg.

Sementara itu warga lain Evacuee Sammy Walton mengatakan dia tidak terburu-buru untuk balik kerumah. Dia, dan istrinya, dan anjing mereka, disambut dengan tangan terbuka di tempat penampungan Palang Merah, yang telah dilengkapi dengan persediaan air, makanan, dan makanan hewan.”Ketukan ini bekerja,” ungkap Walton,

Ia merupakan homebuilder yang mengimpor rumah kecil ke Kepulauan Hawaii. Walton mengatakan dia diliputi oleh tanggapan komunitas terhadap kebutuhan pengungsi.

Dengan gaya duduk santai, Walton mengatakan dia senang untuk mengambil yang buruk dari kebaikan saat ia memutuskan tinggal di pulau. “Saya tahu tentang gunung berapi ketika saya pindah ke sini. Itu bagian dari hidup di Hawaii. “