Dugaan Persekusi di CFD, Polisi Akan Minta Keterangan Saksi Mata di Lokasi

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono. (Foto: Sayangi.com/Tri Setyo)

Jakarta, Sayangi.com – Polisi masih melakukan penyelidikan terkait kasus dugaan intimidasi yang menimpa sejumlah di orang, di kawasan Car Free Day Jalan Sudirman-Thamrin, Minggu (29/4) lalu. Beberapa pelapor telah dipanggil, untuk dimintai keterangannya.

“Jadi kemarin kita sudah meminta klarifikasi berkaitan dengan pelapor seorang bapak (Stedi Repki Watung) dan juga pelapor seorang ibu (Susi) sudah dimintai klarifikasi,” ujar Argo di Mapolda Metro Jaya, Selasa (8/5).

Argo juga menjelaskan, polisi juga telah memanggil sejumlah saksi yang berada di lokasi, saat kejadian tersebut berlangsung. Menurutnya, pihak kepolisian berencana akan memanggil sejumlah saksi lagi.

“Penyidik masih mencari saksi lain untuk meminta keterangan pelapor dan terlapor. Dan kita akan mintai keterangan saksi, siapa saja yang melihat,” jelasnya.

Hingga saat ini, lanjut Argo, pihaknya belum dapat mengindikasikan siapa pihak yang akan dijadikan tersangka. Pasalnya, pihaknya harus mengumpulkan informasi dari pihak pelapor dan terlapor.

“Tentunya penyidik masih menanyakan berkaitan dengan klarifikasi, kepada pelapor dan terlapor,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Susi Ferawati membuat laporan ke polisi pada Senin (30/4), terkait apa yang menimpanya saat acara CFD. Selain di acara CFD, Susi juga dirundung di media sosial.

Untuk laporan Susi mengenai apa yang terjadi di CFD teregistrasi dengan nomor LP/ 2374/ IV/ 2018/ PMJ/ Dit. Reskrimum. Dengan materi laporan mengenai perlindungan anak dan perbuatan tidak menyenangkan disertai ancaman kekerasan dan pengeroyokan.

Selain itu, Susi juga melaporkan pemilik akun Twitter @Netizentofa dengan Pasal 27 ayat 4 Juncto Pasal 45 ayat 4 UU RI Nomor 19 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Laporan tersebut teregistrasi dengan nomor LP/ 2376/ IV/ 2018/ PMJ/ Dit.Reskrimsus.