Wiranto: Pelaku Terorisme Mako Brimob Lakukan Kekejaman di Luar Batas Kemanusiaan

Menko Polhukam saat memberi keterangan penanganan kerusuhan narapidanan terorisme di Mako Brimob, Kamis (10/5)

Jakarta, Sayangi.com – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Kemanan (Menko Polhukam) Wiranto memberikan keterangan terkait penanganan kerusuhan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, yang menelan korban jiwa gugurnya 5 orang anggota Polri saat melaksanakan tugasnya.

Wiranto mengatakan, para pelaku kerusuhan adalah terorisme dalam tahanan yang seharusnya sadar akan perbuatannya, justru melakukan kekejaman dengan merampas senjata, menyandera, menyiksa, bahkan membunuh petugas dengan cara-cara keji melampaui batas-batas kemanusiaan.

“Sesuai dengan sikap Pemerintah Indonesia yang telah berkali-kali disampaikan oleh Presiden Jokowi, bahwa dalam menghadapi terorisme selalu bersikap tegas tidak pandang bulu, maka melalui rapat koordinasi dari seluruh pemangku kepentingan, telah direncanakan serbuan untuk melucuti dan melumpuhkan para teroris yang telah diisolasi pada lokasi tertentu,” kata Wiranto saat memberi keterangan pers terkait kerusuhan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Kamis (10/5).

Wiranto mengungkapkan, sesuai dengan standar prosedur operasional yang berlaku secara universal, aparat keamanan telah memberikan ultimatum kepada mereka agar menyerah atau menghadapi resiko serbuan dengan batasan waktu tertentu.

“Pada Kamis tanggal 10 Mei 2018 sebelum fajar, mereka menyatakan menyerah tanpa syarat, satu persatu keluar dari posisi mereka, menyerahkan diri kepada petugas dengan tanpa senjata sebanyak 145 orang,” terangnya.

Namun, masih ada yang belum mau menyerah. Wiranto menjelaskan, bagi teroris yang tidak menyerah dilakukan serbuan oleh aparat kemanan di lokasi bertahan mereka.

“Dan dalam kontak tembak yang berlangsung singkat, 10 orang teroris menyerah,” terangnya.

Tak lupa, wiranto menyampaikan rasa terima kasih kepada masyarakat Indonesia atas dukungan dan apresiasi terhadap pemerintah dan aparat keamanan untuk penyelesaian kasus ini dengan tenang, tanpa emosional dan tetap berlandaskan hukum yang berlaku.

“Mendoakan agar arwah petugas kamanan sebagai syuhada dalam melaksanakan tugas, mendapat tempat yang mulia di sisi Tuhan Yang Maha Esa. Melanjutkan kebersamaan dan tekad kita untuk melawan aksi terorisme dan radikalisme yang masih ada dalam kehidupan kita sebagai bangsa Indonesia,” demikian Wiranto.