Bahrain Secara Terbuka Dukung Israel Serang Iran

Menteri Luar Negeri Bahrain Sheik Khalid bin Akhmed Al Khalifa. Foto Deccan Chronicle
Menteri Luar Negeri Bahrain Sheik Khalid bin Akhmed Al Khalifa. Foto Deccan Chronicle

Manama,Sayangi.com- Bahrain secara terang terangan mendukung Israel menyerang fasilitas militer Iran di Suriah. Bahrain menjadi negara Arab pertama yang mendukung serangan Israel.

Menteri Luar Negeri Bahrain, Khalid bin Ahmed Al Khalifa menyatakan “Israel memiliki hak mempertahankan diri menyerang Iran di Suriah. Menlu Bahrain ini mendukung serangan Israel terhadap fasilitas Iran di Suriah.

Al-Khalifa dalam cuitannya mengatakan ‘Selama Iran telah melanggar status quo di kawasan dan menginjak-injak negara-negara dengan pasukan dan misilnya, setiap negara di kawasan itu, termasuk Israel, memiliki hak untuk membela diri dengan menghancurkan sumber-sumber bahaya.”

Bahrain, yang merupakan sekutu dekat Amerika Serikat, menganggap Iran sebagai ancaman regional. Negara Teluk ini juga menyatakan mendukung keputusan Presiden Donald Trump membatalkan kesepakatan nuklir dengan Iran yang diteken di Wina, Austria, pada 2015.

Pada hari Kamis malam, sistem pertahanan IDF mengidentifikasi sekitar 20 roket yang diluncurkan pasukan Al-Quds Iran di pos IDF ke depan di Dataran Tinggi Golan.

Sejumlah roket dicegat oleh sistem pertahanan udara Iron Dome IDF. Tidak ada cedera yang dilaporkan. IDF memandang peristiwa ini dengan sangat keras dan tetap siap untuk berbagai skenario.

Tentara Israel pada hari Kamis telah menyerang berbagai fasilitas Iran di Suriah setelah negeri itu menuding Iran menggempur wilayahnya di Dataran Tinggi Golan, Rabu 9 Mei 2018.

Serangan ini merupakan salah satu operasi militer terbesar Israel dalam beberapa tahun terakhir dan serangan terbesar seperti itu terhadap Iran.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR) mengatakan pada hari Rabu bahwa serangan Israel terhadap fasilitas militer Iran di selatan Damaskus telah menewaskan sedikitnya 15 orang, termasuk 8 warga Iran.

Laporan serangan Israel yang bertubu tubi di daerah Al-Kiswa  Selasa malam seiring pengumuman Presiden AS Donald Trump bahwa dia menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran.

Iran adalah pendukung utama militer Presiden Suriah Bashar Assad dan telah mengerahkan pasukan Garda Revolusi. Iran bersama dengan kelompok-kelompok milisi Syiah termasuk Hizbullah Libanon , untuk membantunya dalam perang.

Israel menganggap Iran sebagai musuh bebuyutannya, dan Hizbullah sebagai ancaman terbesar di perbatasannya. Ia berulang kali menyerang sasaran-sasaran Iran dan Hezbollah di Suriah. Hingga berita ini diturunkan Iran belum memberikan komentar mengenai serangan Israel terhadap fasilitas militernya di Suriah.