Istri Gus Dur Minta Pemerintah Evaluasi Program Deradikalisasi Bagi Para Teroris

Gerakan Warga Lawan Terorisme

Jakarta, Sayangi.com – Sejumlah ormas, lembaga hingga para tokoh agama lintas iman yang tergabung dalam Gerakan Warga Lawan Terorisme meminta pemerintah dan pihak kepolisian untuk bergerak cepat mengungkap otak di balik teror bom bunuh diri di Surabaya, Jawa Timur, pada Minggu (13/5) dan Senin (14/5).

Ketua Gerakan Warga Lawan Terorisme, Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid mengatakan, jika para pelaku dan otaknya sudah tertangkap, maka harus dihukum berat. Namun tentunya tetap harus mempertimbangkan HAM.

“Segera proses secara hukum mereka (jaringan dan otak pelaku pengeboman) dengan tetap menghormati HAM dan proses hukum yang adil,” tegasnya dalam pembacaan deklarasi di Jakarta Pusat, Selasa (15/5).

Istri dari mendiang presiden RI ke -4 Abdul Rahman Wahid (Gusdur) ini meminta pemerintah agar mengevaluasi dan mengoptimalkan program deradikalisasi bagi para militan (terduga teroris) yang kembali dari luar negeri.

Kemudian, gerakan ini mendesak pemerintah untuk membangun mekanisme pencegahan dan peringatan dini yang lebih efektif, terhadap bahaya terorisme dengan melibatkan aparat pemerintah sejak dari RT, RW dan Bhabinkamtibmas.

“Yang lebih penting, kami mendesak pemerintah dan DPR untuk segera mengesahkan Revisi UU Anti-Terorisme,” tegas Shinta.

Selain itu, mereka mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan foto-foto atau video maupun informasi mengenai terorisme yang tidak jelas sumbernya.

“Mari kita terlibat aktif mengawasi lingkungan dan bekerjasama dengan aparat jika ada hal yang mencurigakan,” imbaunya.