Kompolnas Minta Aparat Pelajari Pola Baru Teroris dalam Melancarkan Aksinya

Diskusi bertajuk 'Koopsusgab, RUU Anti Terorisme, Deradikalisasi' di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (19/5). (Foto: Sayangi.com/Fahri)

Jakarta, Sayangi.com – Anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Irjen Pol (Purn) Bekto Suprapto menekankan perlunya aparat keamanan mempelajari simbol-simbol atau pola baru teroris dalam melancarkan aksinya. Hal itu diperlukan guna mencegah tragedi teror terulang kembali.

Menurut Bekto, ada pola baru yang digunakan teroris dalam melakukan aksinya beberapa hari belakangan ini.

“Seberapa besar dua fenomena baru, pertama simbol agama diserang, dan kedua teroris gunakan satu keluarga. Belum ada di dunia yang pakai keluarga untuk teror,” kata Bekto dalam diskusi bertajuk ‘Koopsusgab, RUU Anti Terorisme, Deradikalisasi’ di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (19/5).

Bekto, mengharapkan aparat dalam hal ini Polri dan BNPT harus terus mengkaji mengapa sampai satu keluarga menjadi pelaku bom, dengan cara mendeteksi keluarga-keluarga teroris serta menelusuri guru spiritual tempat mereka belajar.

Dia mengungkapkan, teror di Surabaya motifnya baru karena menggunakan satu keluarga dalam aksinya, dan itu belum pernah ada di dunia kecuali di Indonesia.

“Butuh analisis berdasarkan data-data yang dikumpulkan karena sulit untuk mendeteksi keluarga yang berpeluang jadi teroris. Harus ditelusuri juga guru spiritualnya dan berapa kali bertemu dengan terduga teroris sebelumnya, itu harus ada datanya,” tambahnya.

Dia berharap, penyebaran paham radikal di Indonesia dapat diminimalisir dalam waktu tidak berapa lama.