Mark Zuckerberg Temui Parlemen Eropa Hanya Buat Minta Maaf

Foto Hirflow
Foto Hirflow

Brussel,Sayangi.com-Mark Zuckerberg selaku Chief Officer Facebook telah meminta maaf kepada seluruh Anggota Parlemen Uni Eropa di Brussels, Belgia, Selasa 22 Mei lalu. Hal ini ia lakukan terkait skandal kebocoran 87 juta data pengguna.

Zuckerberg akhirnya memenuhi uandangan para pemimpin Parlemen Eropa untuk mempertanggungjawabkan apa yang sudah dilakukan Facebook bersama perusahaan konsultan politik Cambridge Analytica.

Dilansir dari Straitstimes, Kamis, (24/5/2018) ia bersedia menjawab pertanyaan tentang bagaimana Cambridge Analytica “dengan gampangnya” memperoleh 2,7 juta data pribadi warga Uni Eropa dari total 87 juta pengguna Facebook.

Kepada parlemen Eropa, Zuckerberg mengungkapkankKami tidak mengambil pandangan yang cukup luas tentang tanggung jawab kami. Itu adalah kesalahan saya, dan saya minta maaf. Apakah itu semacam hoax (berita palsu) atau pihak ketiga (Chambrifge Analytica) yang telah menyalah gunakan data ataupun campur tangan asing dalam Pemilu kata Zuckerberg.

Peraturan baru di Uni Eropa menuliskan bahwa sebuah perusahaan akan diwajibkan membayar denda hingga 4 persen dari omzet globalnya apabila diketahui melanggar aturan perlindungan data. Zuckerberg datang ke Brussels tepat seblum 3 hari UU tersebut dilaksanakan.

Namun saat ditanya oleh Manfred Weber, pemimpin kanan-tengah di Parlemen Eropa dan sekutu Kanselir Jerman Angela Merkel, tentang penggunaan lintas data Facebook, Zuckerberg tidak memberikan jawaban secara rinci. Namun ia berjanji akan mengirim jawaban segera.

Mendapat jawaban singkat dari Zuckerberg , Weber tidak patah semangat. Iapun lalu menggaris bawahi agar Zuckerberg dan Facebook bisa mematuhi peraturan Uni Eropa. Uni Eropa telah mengetuk palu tentang UU Peraturan Perlindungan Data Umum, Peraturan tersebut akan mulai diberlakukan pada 25 Mei 2018 ini ke seluruh Uni Eropa.

Weber juga menanyakan bagaimana komitemen Facebook di Eropa terhadap buruhnya yang mencapai 10 ribu hingga akhir tahun 2018 ini?.