Mabes Polri Pastikan Usut Pemukulan Kapolsek Julok Terhadap Anak Buahnya

Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol Muhammad Iqbal. (Foto: Sayangi.com/Tri Setyo)

Jakarta, Sayangi.com – Kapolsek Julok, Polres Aceh Timur Ipda Eko Hadianto diduga terlibat aksi penganiayaan terhadap Brigadir S, yang merupakan anak buahnya. Kejadian tersebut sempat viral dan sejumlah media daring.

Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol M. Iqbal mengatakan, aksi pemukulan itu sama sekali tak dibenarkan. Semua tindakan yang dilakukan Polri haruslah ada landasan hukumnya.

“Yang dilakukan personel Polri ada mekanismenya, itulah perwujudan negara hukum. Masyarakat jika salah, tidak boleh juga masyarakat main hakim sendiri, polisi juga,” ujar Iqbal di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (31/5).

Dikatakan Iqbal, aksi kekerasan seperti yang dilakukan Kapolsek Julok tersebut tidak mencerminkan hubungan yang harmonis. Hal ini tentu berdampak buruk bagi citra Polri di masyarakat.

Menurutnya, tiap orang yang bersalah akan diproses sesuai ketentuan yang ada. Karena di negara hukum, proses hukum berlaku bagi tiap orang, termasuk di tubuh Polri sendiri.

“Sekarang kan ada Propam, ada pelanggaran kode etik, ada pelanggaran disiplin diserahkan kesana. Jangan sampai mengaku menegakkan hukum tapi melanggar hukum,” kata Iqbal

Seperti diketahui, sebuah video mengenai penangkapan sepasang kekasih viral di media sosial. Pasalnya, dalam video tersebut juga terdapat aksi pemukulan yang dilakukan anggota Polri.

Setelah ditelusuri, sosok polisi yang memukul pemuda di video tersebut ialah Kapolsek Julok, Polres Aceh Timur Ipda Eko Hadianto. Sementara yang dipukul anggotanya Brigadir S.