Kapolri Minta Jajarannya Juga Mewaspadai Sel Tidur Terorisme

Kapolri dan Panglima TNI saat rapat koordinasi kesiapan Idul Fitri 1439 H, di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (5/6). (Foto: Sayangi.com/Tri Setyo)

Jakarta, Sayangi.com – Kapolri Jenderal Pol Muhammad Tito Karnavian meminta jajarannya tetap waspada terhadap aksi terorisme. Karena menurut ideologi para teroris, bulan Ramadan merupakan saat yang tepat untuk melakukan amaliyah.

“Mereka (para teroris) meyakini kalau beraksi di bulan Ramadan akan ada peningkatan amaliyah,” ujar Tito saat rapat koordinasi kesiapan Idul Fitri 1439 H, di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (5/6).

Menurut Tito, jaringan terorisme masih ada di seluruh Provinsi, selain itu sel teroris yang saat ini tengah tidur juga perlu diwaspadai. Oleh karenanya, ia meminta seluruh Polda memantau terus jaringan teroris yang ada di wilayahnya.

“Rekan-rekan Kapolda sudah saya perintahkan buat Satgas antiteror di wilayahnya masing-masing. Saya minta rekan Kapolda bekerja sama dengan tim intel dan TNI,” tegasnya.

Saat ini, lanjut Tito, Polri masih terus memetakan sel teroris yang tertidur ini. Sehingga sel teroris tersebut dapat dimonitor pergerakannya dan meminimalisir kemungkinan aksi yang akan dilakukannya.

“Bukan tidak mungkin kelompok ini dengan doktrin takfirinya akan hadir kembali. Mereka itu seperti bom waktu yang bisa meledak kapan saja,” katanya.

Lebih jauh mantan Kepala BNPT ini juga menjelaskan, pasca kerusuhan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, pihaknya telah menangkap 96 terduga teroris. Dan yang paling anyar adalah penangkapan terduga teroris di Lampung dan Universitas Riau.

“Dari 96 (terduga teroris), 14 diantaranya tertembak mati saat dilakukan penangkapan,” tuturnya.