Anies Bersama 300 Satpol PP Menyegel Bangunan di Pulau Reklamasi

Anies Baswedan Bangunan di Pulau Reklamasi Teluk Jakarta.

Jakarta, Sayangi.com – Sebanyak 300 petugas Satpol PP dikerahkan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan guna menyegel bangunan yang ada di Pulau C dan D Reklamasi, Jakarta Utara.

Dari Kedua pulau tersebut, terdapat sedikitnya 932 bangunan yang disegel.

“Ada 932 bangunan (yang disegel) terdiri dari 409 rumah, 212 rumah kantor (rukan) dan 313 jadi satu unit rukan dan rumah tinggal,” ujar Anies Baswedan di Pulau Reklamasi Kamis, (7/6/2018).

Anies menuturkan, ratusan bangunan tersebut disegel lantaran tak memiliki izin dari Pemprov DKI. Seharusnya, terkait dengan pengolahan lahan tersebut sepenuhnya berada di tangan Pemprov DKI.

Pulau D tampak sepi. Di sepanjang jalan pulau tersebut terlihat deretan bangunan yang sudah berdiri.

Sedangkan untuk pulau C masih berupa kerukan pasir yang siap dibangun saja.

Sebelumnya, saat memberikan arahan kepada petugas Satpol PP di Balai Kota Jakarta, Kamis (7/6) Anies berpesan, agar para petugas melakukan tugas dengan beradab.

“Untuk semua, tunjukkan adab, tunjukkan tata cara yang terhormat, ini bukan berarti kita kompromi, bukan lemah. Justru, tunjukkan senyum boleh lebar, wajah boleh ramah, tetapi ketegasan tidak bisa dikompromikan,” kata Anies di Balai Kota Jakarta.

Penyegelan hari ini, menurut Anies, untuk memastikan semua pihak baik ekonomi lemah maupun kuat akan ditindak bila melanggar. Pemprov tidak pandang bulu dalam menegakkan aturan.

“Semua adalah bagian dari yang memastikan bahwa Jakarta itu tertib dan teratur. Bagi pelanggar yang punya sosial ekonomi lemah maupun kuat, semuanya akan ditindak oleh Pemprov DKI Jakarta,” ujar Anies.

Anies juga meminta para petugas melakukan tugasnya sesuai dengan standar opersional yang ada. Penyegelan ini harus dilakukan dengan tegas dan tuntas.

“Saya harap, semua yang dilakukan dikerjakan sebaik-baiknya dan dituntaskan. Setelah ini, bagian kita untuk memastikan tidak ada pengulangan di tempat lain,” ujarnya.