Memeras dan Memperkosa Penumpang, Supir Taksi Online Diamankan Polisi

Ilustrasi

Jakarta, Sayangi.com – Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya meringkus seorang pria bernama Fuji alias Yanto (38), atas dugaan kasus pemerasan dan pemerkosaan. Korbannya tidak lain adalah pelanggan dari taksi onlinenya yang berinisial D.

Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Aris Supriyono mengatakan, pelaku berhasil diringkus pada Senin (4/6) lalu. Awalnya, Fuji yang berprofesi sebagai supir taksi online memang sudah beberapa kali membawa korban.

Karena sering bertemu, keduanya menjadi dekat dan sering berkomunikasi. Lalu pada Jumat (1/6) sore, pelaku menghubungi korban dan mengajak makan ke daerah Bogor, Jawa Barat.

Usai makan, sekitar pukul 21.00 WIB keduanya memutuskan untuk pergi ke bioskop. Namun saat film masih diputar, D meminta diantar pulang, namun korban justru dibawa ke daerah Puncak, Bogor.

“Pada saat sampai Puncak, pelaku mengajak korban untuk bersetubuh. Tapi ditolak oleh korban dengan alasan lagi ‘halangan’,” ujar Aris di Jakarta, Kamis (7/6).

Mendapat penolakan tersebut, kata Aris, pelaku kesal dan membawa pulang korban ke Jakarta. Sesampainya di Rest Area Cibubur KM 10, tepatnya di wilayah Cipayung, Cibubur, Jakarta Timur, pelaku memarkirkan kendaraan di pinggir tol.

“Tanpa basa basi, pelaku langsung membekap korban dan mengikat tangan serta kaki korban dengan menggunakan lakban,” tuturnya.

Setelah membekap korban, pelaku langsung membawa korban kembali ke Bogor, tepatnya di Cibinong. Saat perjalanan, pelaku merampas uang dan ponsel milik korban.

“Karena ketakutan, selanjutnya korban meminta tersangka untuk membuka ikatannya dan memenuhi keinginan tersangka untuk berhubungan badan. Di dalam mobil itu pelaku pun langsung memperkosa korban,” tuturnya.

Selain mengamankan pelaku, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti seperti lakban, pakaian tersangka dan korban, satu ponsel milik korban, serta satu unit mobil Honda Mobilio.

Akibat perbuatannya, pelaku akan dijerat Pasal 368 KUHP tentang pemerasan, dan pasal 285 KUHP mengenai pemerkosaan, dengan ancaman hukuman diatas lima tahun penjara.