Polisi Amankan Tujuh Pengedar Narkoba Jaringan Pontianak-Jakarta-Surabaya

Polisi amankan tujuh tersangka kasus peredaran narkoba jaringan Pontianak - Jakarta - Surabaya. (Foto: Sayangi.com/Tri Setyo)

Jakarta, Sayangi.com – Subdit I Ditresnarkoba Polda Metro Jaya berhasil mengungkap kasus peredaran narkoba jaringan Pontianak-Jakarta-Surabaya. Dalam kasus ini, polisi berhasil mengamankan tujuh tersangka, yang salah satunya ditembak mati, karena melawan saat diamankan.

Adapun inisial ketujuh pelaku ialah EM, SA, NR, HM, IT, M. Sementara satu pelaku yang meninggal dunia berinisial H.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan, Polri akan terus menyatakan perang dengan narkoba. Hal ini sesuai dengan instruksi Kapolri Jenderal Pol Muhammad Tito Karnavian.

“Ini juga tindak lanjut dari pesan Kapolri, kita perang lawan narkoba. Kita tidak segan dan tidak berhenti yang akan merusak generasi muda Indonesia,” ujar Argo di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (8/6).

Yang unik dari kasus ini, kata Argo, adalah cara mengirim narkoba dari Pontianak ke Jakarta. Modus yang digunakan kelompok ini ialah dengan menyembunyikan sabu didalam sandal perempuan.

“Jadi narkoba itu dikirim via pesawat dari Pontianak ke Jakarta, modusnya narkoba itu dimasukan ke dalam sandal yang sudah dimodifikasi oleh ibu-ibu paruh baya,” katanya.

Di tempat yang sama, Kasubdit I Narkoba Polda Metro Jaya AKBP Jean Calvijn menerangkan, sebelum menangkap 7 pelaku, polisi lebih dahulu meringkus B pada Maret 2018 lalu. Dia mengirim sabu dengan modus via sandal itu untuk diserahkan ke J.

“B itu kita buntuti sejak di Bandara di Pontianak sampai ke Jakarta, lalu dia bertemu J untuk diserahkan narkoba itu. Keduanya kami tangkap dan mengaku hanya diperintah oleh H selaku pengendalinya,” jelasnya.

Dari pengakuannya, lanjut Calvijn, akhirnya pada bulan Mei 2018, tim melakukan penangkapan pada enam orang lainnya, pertama EM di kawasan Duren Sawit, Jaktim serta menyita 1,5 kg sabu. Setelah itu, polisi menangkap SE di kawasan Menteng Atas, Jakarta Selatan.

Lebih jauh Calvijn mengatakan, EM dan SE mengaku mendapatkan narkoba itu dari NR, HM, dan IT, yang juga diperintah oleh H untuk dikirimkan ke Jakarta dan dipasarkan. Akhirnya polisi meringkus NR, HM, dan IT di kawasan Bandara Supadio, Pontianak, Kalbar dengan barang bukti 1,5 kg sabu hendak dikirim dan dipasarkan ke kawasan Surabaya.

“Saat kami lakukan penangkapan pada H di kawasan Surabaya, Jawa Timur, dia melawan petugas sehingga dilakukan tindakan tegas dan terukur. H ini termasuk licin karena dia selalu berpindah-pindah tempat,” katanya.

Akibat ulahnya, komplotan ini dijerat pasal 114 ayat 2 sub pasal 112 ayat 2 juncto pasal 132 ayat 1 UURI no. 35 tahun 2009 tentang narkotika.