Hukuman Lebih Berat, Pengacara Pertanyakan Tuntutan JPU Terhadap Teman Nyabu Jedun

Jennifer Dunn. (Foto: Sayangi.com/Tri Setyo)

Jakarta, Sayangi.com – Pihak keluarga Raditya Argoebie alias Tya menilai tuntutan dua jaksa Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta tidak adil, lantaran menuntut Tya dengan hukuman lima tahun penjara. Sementara, aktris Jennifer Dunn (Jedun) yang bersamanya mengkonsumsi sabu, hanya dituntut kurungan penjara selama delapan bulan.

Kuasa hukum Tya, Noni T Purwaningsih mengaku kecewa dengan tuntutan tersebut. Apalagi kliennya baru pertama kali berurusan dengan pihak berwajib karena masalah narkoba.

Tya ditangkap di rumah temannya, di kawasan Pejaten, Pasar Minggu, Jakarta Selatan pada Kamis (4/1) lalu. Ia diduga mengkonsumsi sabu bersama Jedun di kediaman Jedun, di bilangan Mampang, Jakarta Selatan.

Penangkapan Tya dilakukan oleh Subdit I Ditres Narkoba Polda Metro Jaya dengan barang bukti sabu seberat 0,016 gram di lokasi. Ia diamankan berdasarkan informasi dari Jedun dan seorang bandar berinisial FS.

Noni menuntut keadilan kasus yang dialami oleh kliennya, pasalnya Jedun dijerat dengan Pasal 114 Ayat 1 Subsider Pasal 112 ayat 1 juncto Pasal 132 ayat 1 dan Pasal 127 ayat 1 UU Nomor 35 Tahun 2009, tentang narkotika dengan barang bukti 0,221 gram sabu. Sementara Tya, telah didakwa dengan dijerat Pasal 114 ayat 1, Pasal 112 ayat 1 serta Pasal 127 ayat 1.

“JPU (Jaksa Penuntut Umum) Jedun, adalah 8 bulan potong masa tahanannya. Sementara itu Tya telah dituntut selama 5 tahun bui dan denda sebesar Rp1 miliar, subsidair 6 bulan penjara. Yang dipertanyakan dimana letak keadilan?” ujar Noni dalam keterangannya, Jumat (8/6).

Padahal, sambung Noni, Jedun sudah beberapa kali terjerat dengan kasus yang sama, sementara Tya baru sekali. Ini merupakan kali ketiga Jedun berurusan dengan pihak keamanan, karena kasus serupa.

“Jedun sudah tiga kali ditangkap, diproses dan dua¬† kali divonis masuk penjara, dengan kasus yang sama. Lalu, untuk yang sekarang ini ialah ketiga kali dimana prosesnya saat ini baru saja sampai tuntutan oleh pihak JPU di PN Jakarta Selatan,” tuturnya.

Tuntutan ini, kata Noni, menjadi tanda tanya besar bagi keluarga Tya, apalagi keluarga Tya berasal dari keluarga yang pas-pasan. Oleh karenanya, ia mempertanyakan keputusan JPU Tya, Yan Ervina, mengenai apa musabab tuntutan terhadap Tya lebih berat dari Jedun.

Tuntuntan yang didapatkan Tya, telah menjadi tanda tanya besar bagi keluarganya. Tak hanya itu, tuntutan dari pihak pengadilan, disebutkan oleh Noni, dikarenakan Tya dari latar belakang keluarga yang pas-pasan.

“Perlu diketahui, Tya itu ialah dari keluarga yang tak mampu yang dimana Ibu Tya pun hanyalah seorang janda tak berpenghasilan. Jadi, hanya Tya yang dapat menghidupi Ibunya, saya miris dengan hukum di negeri ini,” tegasnya.