Muhammadiyah Apresiasi Pemerintahan Jokowi Atas Terpilihnya Indonesia di DK PBB

Dewan Keamanan PBB. (guardian.ng)

Jakarta, Sayangi.com – Terpilihnya Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB (DK PBB) menjadi bukti pengakuan dunia terhadap kiprah Indonesia.

Begitu disampaikan Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nasir dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (9/6).

“Itu menunjukkan bukti pengakuan dunia atas kiprah Indonesia di kancah dunia. Secara khusus apresiasi disampaikan kepada Presiden Joko Widodo, Wapres Jusuf Kalla, dan Menlu Retno L Marsudi yang selama ini berhasil memainkan peran politik luar negeri Indonesia sehingga negara kita memperoleh tempat di mata dunia,” ujar Haedar.

Haedar mengungkapkan, masuknya Indonesia sebagai anggota DK PBB menjadi kesempatan untuk mewujudkan misi bangsa yang termaktub dalam Pembukaan UUD 1945.

“Dalam konteks politik global yang makin keras dan dinamis tentu posisi di PBB tersebut dapat dijadikan forum dan media memainkan peran Indonesia dalam mewujudkan perdamaian dunia serta tatanan dunia yang lebih adil, beradab, dan berkemajuan,” ungkap Haedar.

Seperti diketahui, Indonesia terpilih menjadi anggota tidak tetap PBB setelah mengantongi 144 dari 190 keseluruhan suara. Indonesia juga telah memenuhi persyaratan minimal 2/3 dari anggota tetap PBB atau 127 suara.

Menlu Retno Marsudi menjelaskan 4 komitmen Indonesia di DK PBB. Pertama, memperkuat ekosistem perdamaian dan stabilitas global.

Kedua, menguatkan sinergitas antar negara-negara dengan DK PBB dalam menjaga perdamaian. Ketiga, Indonesia akan mendorong terbentuknya global comprehensive approach untuk memerangi terorisme, radikalisme, dan ekstremisme.

“Indonesia juga akan mendorong kemitraan global agar tercapai sinergi antara penciptaan perdamaian dan kegiatan pembangunan berkelanjutan. Kemitraan global yang kuat dalam menciptakan perdamaian, keamanan dan stabilitas tentunya akan berkontribusi pencapaian agenda pembangunan PBB 2030,” tutur Retno melalui video conference dari Markas PBB di New York, Jumat (8/6) malam.