Ini Pesan Kebangsaan Kapolri Saat Buka Bersama Kelompok Cipayung Plus

Kapolri Tito Karnavian manyampaikan sambutan dalam acara buka puasa bersama aktivis dari Kelompok Cipayung Plus di Wisma Bhayangkari Mabes Polri Jakarta, Sabtu (9/6).

Jakarta, Sayangi.com – Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menyampaikan pesan kebangsaan kepada para aktivis mahasiswa dari kelompok Cipayung Plus dan alumni Peserta Jambore Nasional Kebangsaan dan Wirausaha Cibodas saat acara Buka Puasa Bersama di Wisma Bhayangkari Mabes Polri Jakarta, Sabtu (9/6).

Acara diawali dengan Sambutan Tokoh Senior Cipayung Plus Bursah Zarnubi yang menyampaikan bahwa Kelompok Cipayung Plus merupakan pilar untuk menjaga keberagaman dan pancasila, karena kelompok cipayung terdiri dari 16 Ikatan Mahasiswa di Indonesia mulai dari HMI, KAMMI, GMII, PMKRI, GMKI, GPII, PMII, Serikat Mahasiswa Indonesia, Persis, Ikatan Mahasiswa Tionghoa, IMM dll.

Bursah memberikan pesan kepada para anggota Cipayung agar membuat agenda yang besar dalam merancang agar Indonesia semakin kuat dan maju di masa depan.

Aktivis Senior Bursah Zarnubi

Sementara itu, Kapolri Tito Karnavian dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada para peserta atas kehadiranya pada acara tersebut.

“Pertemuan ini merupakan bentuk silaturahmi dengan Kelompok Cipayung Plus. Ke depan kita akan menghadapi agenda besar dan sangat penting bagi bangsa ini khususnya bagi kalangan muda, karena negara ini motornya dan kuncinya adalah para pemuda. Saat ini kita memasuki tahapan Pilkada dan alhamdulilah sampai saat berjalan dengan lancar,” kata Tito.

Menurut Tito, tensi politik dalam Pilkada Serentak 2018 ini diprediksi tidak terlalu tinggi. Hal itu karena menurutnya saat ini ada pendingin alami yaitu situasi lebaran dan Piala Dunia 2018.

“Mari kita jaga situasi pilkada ini agar selalu dingin jangan sampai terjadi konflik,” tegas Tito.

Selain itu kedepan, kata Tito, Indonesia akan melaksanakan agenda besar yaitu Asian Games dan Pendaftaran Capres dan Cawapres.

Hal yang tak kalah penting untuk diantisipasi bersama menurut Tito adalah ancaman terorisme. Dikatakannya, aksi terorisme seperti puncak gunung es yang akar permasalahan adalah ideologi dengan kekerasan yang mengatasnamakan agama.

“Kejadian di Surabaya merupakan fenomena baru karena melibatkan keluarga dan anak anak serta kejadian di Riau juga sama yang merakit bomnya di Kampus,” kata Tito.

Kapolri berharap semua pihak berkerja bersama terutama Kelompok Cipayung Plus melalui perbuatan nyata baik melalui kegiatan deklarasi Pancasila maupun NKRI.

“Bila tidak bisa bantu dengan perbuatan minimal dukungan moril terhadap Polri. Hal ini bukan berarti kepentingan kampus atau yang lainya tetapi merupakan kepentingan negara dan kepentingan keamanan orang banyak,” kata Tito.

“Semoga kedepan semua agenda kegiatan berjalan dengan sukses dan semoga kita mendapatkan malam lailatul qodar,” lanjut Tito.

Acara dilanjutkan dengan penyerahan souvenir dari Kapolri kepada perwakilan anggota Cipayung Plus. Dilanjutkan dengan Kultum dan Doa oleh K.H. Adnan Idris, M.A serta Sholat Maghrib berjamaah.

Dalam acara tersebut, Kapolri hadir didampingi oleh Kabaintelkam Polri, Komjen Pol Drs. Lutfi Lubihanto, M.M.; Kabaharkam Polri, Komjen Pol Drs. Moechgiyarto, S.H., M.Hum.; Asops Kapolri, Drs. Deden Juhara; Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Drs. Setyo Wasisto, S.H.; Kadiv Propam Polri, Irjen Pol Drs. Martuani Sormin, M.Si.; Dankor Brimob Polri, Irjen Pol Drs. Rudy Sufahriadi; Wakabaintelkam Polri, Irjen Pol Drs. Lucky Hermawan, M.Si.; Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Drs. Idham Azis M.Si., beserta Kapolres jajaran Polda Metro Jaya; serta aktivis dari Kalompok Cipayung Plus sekitar 200 orang.