Assad Tegaskan Kehadiran AS dan Inggris di Suriah Ilegal

Presiden Suriah, Bashar al-Assad. (time)

Damaskus, Sayangi.com – Presiden Suriah Bashar al-Assad menegaskan, pihak Barat tidak bisa menentukan nasib dan masa depan rakyat dan Negara Suriah.

“Kehadiran Inggris dan Amerika Serikat di Suriah dianggap sebagai agresi militer,” kata Assad di The Mail on Sunday seperti dilansir IRNA, Minggu (10/6).

Assad menjelaskan, pasukan AS dan Inggris masuk ke Suriah secara ilegal dan tanpa izin dari pemerintah Damaskus dengan dalih menumpas kelompok-kelompok teroris khususnya teroris Daesh (ISIS).

Menurutnya, kehadiran ilegal kedua negara tersebut di Suriah dengan dalih menumpas terorisme, padahal berdasarkan laporan resmi, AS dan Inggris adalah pembentuk dan pendukung utama kelompok-kelompok teroris di kawasan, terutama di Suriah.

Assad juga menuturkan, Inggris, AS dan Perancis terlibat dalam pembuatan skenario palsu serangan kimia ke Douma. Menurutnya, skenario ini dirancang agar mereka bisa melancarkan serangan militer ke Suriah.

Diketahui, AS, Inggris dan Perancis pada Sabtu dini hari, 14 April 2018 lalu menembakkan lebih dari 100 rudal ke berbagai wilayah Suriah.

Serangan brutal dan tanpa izin Dewan Keamanan PBB itu dilakukan dengan alasan serangan kimia di distrik Douma.

Beberapa pekan sebelum serangan tersebut, Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan bahwa kelompok-kelompok teroris di Suriah sedang melakukan persiapan skenario untuk menyiapkan kondisi agar bisa diambil langkah militer asing di negara ini.

Serangan AS dan sekutunya tersebut dilancarkan bersamaan dengan pembebasan penuh Ghouta Timur dari pendudukan kelompok-kelompok teroris. Terbebasnya wilayah tersebut dari pendudukan teroris telah menyulut kemarahan para pendukungnya.