Bersiteru Dengan Kanada, Trump Cabut AS Dari Organisasi G7

Para pemimpin Negara anggota G7 . Foto Daily Hive
Para pemimpin Negara anggota G7 . Foto Daily Hive

Quebec,Sayangi.com- Kehadiran Presiden AS Donald Trump pada KTT G-7 di Kanada menimbulkan ketegangan. Ia tiba terlambat dan pergi lebih awal.Perpecahan antara Donald Trump dan para pemimpin negara-negara G7 lainnya ditunjukkan terang-terangan pada hari pertama KTT

Presiden AS Donald Trump menarik kembali dukungannya terhadap komunike bersama yang dihasilkan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7. Presiden Trump menuduh Kanada “tidak jujur”.Trump mengatakan bahwa negara-negara lain memaksakan “tarif perdagangan yang terlalu besar”bagi Amerika Serikat.

Grup 7 (G7) adalah sebuah grup yang terdiri dari Kanada, Perancis, Jerman, Italia, Jepang, Britania Raya, dan Amerika Serikat. Uni Eropa juga diwakili di G7. Negara-negara tersebut merupakan tujuh ekonomi maju utama seperti yang dilaporkan oleh Yayasan Moneter Internasional. Negara-negara G7 mewakili lebih dari 64% kekayaan bersih global ($263 triliun).

Namun Komunike bersama, yang mendukung “sistem perdagangan berbasis aturan”, dan berhasil disepakati. Walaupun awalnya ada ketegangan terkait kebijakan AS dalam tarif bea masuk terhadap impor baja dan aluminium.

Kepada awak media Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau mengatakan bahwa dia akan memberlakukan tarif baru perdagangan terhadap produk AS pada awal Juli nanti sebagai bentuk pembalasan.

Saat jumpa pers, Trudeau menyatakan pernyataan yang digambarkan “menghina” keputusan Trump terkait kebijakan barunya dalam mematok tarif bea masuk baru terhadap impor baja dan aluminium sebagai keamanan nasional Kanada. Namun pernyataan tersebut oleh Trump yang digambarkan “menghina” keputusannya.

Tredau juga menyebutkan: “Orang Kanada termasuk sopan dan rasional, tapi kami juga tidak bisa ditekan seenaknya.”Kami akan tetap maju untuk menyiapkan langkah-langkah pembalasan pada 1 Juli,” kata Trudeau.

Pernyataan Trudeau ini kemudian diluruskan oleh stafnya dengan menyatakan bahwa Trudeau tidak mengatakan hal itu sebelumnya, baik di hadapan pers ataupun saat bertemu Trump.

Sementara itu, sikap Uni Eropa menyatakan akan tetap mendukung komunike bersama, walaupun ditolak oleh presiden AS Trump

Senada dengan Uni Eropa pejabat senior Inggris menyatakan “Kami mendukung komitmen sebagaimana dihasilkan dalam komunike bersama G7, ungkapnya.

sumber:scmp