Pendidikan Bagi Anak Perempuan Diumumkan pada Pertemuan G-7

Malala Yousafzai bertemu PM Justin Trudeau guna membahas pendiidkan anak perempuan. Foto Justin Tang
Malala Yousafzai bertemu PM Justin Trudeau guna membahas pendiidkan anak perempuan. Foto Justin Tang

Quebec,Sayangi.com- PM Kanada, Justin Trudeau, mengumumkan tentang perlunya pendiidkan bagi anak-anak perempuan dan wanita sebagai bagian dari kelompok rentan di seluruh dunia.

Sebagai bentuk komitmen Sabtu pada pekan lalu Justin mengumumkan, akan menggelontorkan dana senilai hampir $3 miliar yang telah digalang dari berbagai anggota G7 untuk mewujudkannya. PM Kananda ini mengumumkan kabar ini di hari terakhir pertemuan puncak G-7 yang diselenggarakan di Quebec.

Kanada sendiri akan menyumbang $300 juta untuk kampanye tersebut. Negara Jerman, Jepang, Inggris, serta Bank Dunia adalah beberapa dari para pendukung lainnya.

Dilansir dari VOA news (11/6/2018) berbagai kelompok perempuan yang telah berjumpa dengan Trudeau di sela-sela pertemuan puncak menyambut kabar dari komitmen akan dana ini. Jumlah yang akan digelontorkan melebihi perkiraan dari kelompok-kelompok perempuan ini.

Dana ini memberikan kaum perempuan di negara-negara berkembang peluang untuk mengejar karier ketimbang melakukan pernikahan dini dan menjadi pekerja anak,” ujar pemenang Hadiah Nobel, Malala Yousafzai.

Seperti diketahui Malala kepalanya pernah ditembak di Pakistan terkait kampanye yang diluncurkannya tentang hak-hak anak perempuan untuk mendapatkan pendidikan.

Yousafzai, yang saat ini menjadi mahasiswi di Oxford University, mengatakan komitmen pendanaan ini memberikan “kita seluruhnya kesempatan untuk menciptakan dunia yang lebih aman, sehat, dan makmur.”

Menurut pernyataan yang dikeluarkan pemerintah Kanada, dana tersebut akan digunakan untuk membekali anak perempuan dan wanita, termasuk kaum pengungsi, dengan ketrampilan yang dibutuhkan untuk lapangan kerja di masa depan.

David Morley, kepala UNICEF Canada, menyatakan “UNICEF yakin bahwa hak pendidikan bersifat fundamental. Hak tersebut sama halnya hak untuk mendapatkan makanan atau tempat tinggal. Membekali anak-anak perempuan dengan ketrampilan yang mereka butuhkan guna memutus lingkaran krisis dan kemiskinan.