Rektor Unibraw Paparkan Penyebab Radikalisme Masuk Kampus dan Cara Mengatasinya

Diskusi Aktivis Lintas Generasi yang diselenggarakan Perhimpunan Gerakan Kebangsaan (PGK) bertajuk 'Strategi Kebangsaan Mengatasi Radikalisme' di Resto Pempekita, Duren Tiga, Jakarta Selatan, Senin (11/6).

Jakarta, Sayangi.com – Rektor terpilih Universitas Brawijaya Malang Nuhfil Hanani mengungkapkan, setidaknya ada dua penyebab radikalisme tumbuh di lingkungan kampus.

“Pertama, lunturnya nilai-nilai nasionalisme kita. Kalau kita lihat di Jepang, itu selalu diajarkan bagaimana pahlawan berjuang untuk bangsa,” kata Nuhfil dalam diskusi Aktivis Lintas Generasi yang diselenggarakan Perhimpunan Gerakan Kebangsaan (PGK) bertajuk ‘Strategi Kebangsaan Mengatasi Radikalisme’ di Resto Pempekita, Duren Tiga, Jakarta Selatan, Senin (11/6).

Kedua, kata dia, ada pemahaman Islam yang keliru tentang jihad.

Selain itu, lanjut dia, munculnya radikalisme ada dari faktor eksternal dan internal.

“Yang eksternal, misalnya bangsa Palestina yang terus menerus diinjak-injak. Ada doktrin jihad dari luar negeri, ada yang pergi kesana (luar negeri) dan datang ke sini,” ungkapnya.

Dari faktor internal, terang Nuhfil, adalah adanya kesenjangan ekonomi.

“Tidak terlepas dari latar belakang seseorang tersebut. Kalau latar belakangnya tak bahagia, maka akan mudah terpapar radikalisme,” ungkapnya.

Adapun, cara menanggulangi radikalisme dalam kampus, menurutnya ada empat pendekatan.

“Pendekatan sosiologis berupa pendampingan agama ke kampus-kampus, pendekatan keamanan, pendekatan akademik dan pendekatan psikologis,” ujarnya.