Guterres Sebut Pertemuan Donald Trump dan Kim Jong Un ‘Tonggak Penting’Dunia

Foto AFP
Foto AFP

Genewa,Sayangi.com- Sekjen PBB Antonio Guterres menyambut baik pertemuan puncak antara Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Korut Kim Jong Un. Gutteres menyebutkan pertemuan itu adalah “tonggak penting” menuju denuklirisasi semenanjung Korea.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres hari Selasa (12/6) mendesak semua pihak yang berkepentingan untuk “mendukung peluang penting ini” dan sekali lagi menawarkan bantuan PBB untuk pembongkaran fasilitas program senjata nuklir Korea Utara.

Dikutip dari dw Kamis (14/6) KTT yang diadakan di Singapura itu adalah “tonggak penting dalam kemajuan perdamaian berkelanjutan dan denuklirisasi lengkap dan terverifikasi di semenanjung Korea,” kata Guterres dalam sebuah pernyataan.

Donald Trump dan Kim Jong Un telah menandatangani pernyataan bersama di Singapura. Pyongyang berjanji untuk “bekerja menuju denuklirisasi lengkap di Semenanjung Korea”. Namun tidak disebut soal verifikasi dan inspeksi internasional.

Terkait KTT Singapura, Kementerian Luar Negeri Cina juga menyatakan sambutan dan pujian atas hasil perundingan. Hasil pertemuan ini “adalah langkah-langkah yang benar dan penting” menuju denuklirisasi Semenanjung Korea, sejalan dengan harapan Cina.

Kemenlu China dalam pernyataannya juga menuliskan: “Kami berharap dan mendukung Korea Utara dan Amerika Serikat dalam mengimplementasikan konsensus yang dicapai oleh para pemimpin kedua negara. Mempromosikan konsultasi lanjutan, untuk kemudian mengkonsolidasikan dan memperluas pencapaian, dan membuat penyelesaian politik yang berkelanjutan dan tidak dapat diubah lagi.”

Senada dengan China,dikutip kantor berita pemerintah Rusia TASS, Kremlin juga melihat “langkah maju yang penting”. “Kami menyambut langkah maju yang penting yang telah diambil,” kata Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov.

Dalam pernyataannya Kementerian Luar Negeri Rusia juga menyebutkan bahwa Moskow “akan terus menawarkan dukungan untuk proses perdamaian Korea.”

Di tempat terpisah Uni Eropa juga menegaskan,mereka siap memfasilitasi dan mendukung” setiap pembicaraan yang mengarah pada perdamaian.

Dari Asia Tenggara, Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad, setelah bertemu dengan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe di Tokyo, mengingatkan bahwa kedua pihak harus siap berkompromi.

Mahathir berharap Amerika Serikat dan Korea Utara akan “menerima kenyataan bahwa, dalam negosiasi, kedua belah pihak harus siap melepaskan isu-isu tertentu. Ia berharap dalam KTT Singapura kedua negara mampu untuk mencapai kesimpulan yang baik,” kata pemimpin Malaysia berusia 92 tahun itu.

Dari Tokyo Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mengatakan, dia akan “bekerja sama dengan erat untuk mengirim pesan yang kuat ke Korea Utara.”. Dia memuji komitmen pemimpin Korea Utara Kim Jong Un untuk menyingkirkan senjata nuklir dari Semenanjung Korea.

“Ada arti besar dalam diri pemimpin Kim yang bersama dengan Presiden Trump menegaskan denuklirisasi lengkap Semenanjung Korea,” ungkap Abe kepada awak media.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Inggris Boris Johnson menyatakan, banyak pekerjaan yang harus segera dimulai.

“Masih banyak pekerjaan yang masih harus dilakukan, dan kami berharap Kim terus berunding dengan itikad baik menuju denuklirisasi yang lengkap, dapat diverifikasi dan tidak dapat diubah,” ungkapnya.