Koalisi Saudi Berhasil Duduki Pelabuan Utama Yaman

Ilustrasi Koalaisi Arab berhasil rebut pelabuhan utama Yaman Hodeida. Foto The Sun Best
Ilustrasi Koalaisi Arab berhasil rebut pelabuhan utama Yaman Hodeida. Foto The Sun Best

Saana,Sayangi.com- Koalisi Arab dilaporkan telah memulai serangan darat pada Rabu pagi, 13 Juni ke kota pelabuhan Hodeida, Yaman. Langkah ini menjadi pertempuran darat pertama dalam konflik 3 tahun di negeri jazirah Arab termiskin.

Pelabuhan ini terletak sekitar 150 kilometer di barat daya Sanaa, ibukota Yaman, yang diduduki Houthi sejak September 2014. Koalisi pimpinan Arab Saudi masuk dalam kancah perang pada Maret 2015 dan menerima dukungan logistik dari Amerika Serikat.

Operasi untuk merebut kembali kota dan pelabuhan Al-Hudaydah telah dimulai, dari kelompok pemberontak Yaman, Houthi” kata juru bicara militer Yaman, Abdullah al-Shuabi dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Anadolu Agency. Pelabuhan Al-Hudaydah adalah pelabuhan utama di Yaman.

Pemerintah Yaman yang diasingkan telah melakukan semua cara damai dan politik untuk menyingkirkan milisi Houthi dari pelabuhan Hodeida.

Pembebasan pelabuhan Al-Hudaydah adalah titik balik dalam perjuangan kami untuk merebut kembali Yaman dari milisi yang membajaknya untuk melayani agenda asing,” katanya dalam pernyataan

Pemberontak Syiah, Houthi, yang didukung Iran selama bertahun-tahun telah menguasai pelabuhan Laut Merah yang penting bagi pasokan makanan di Yaman. Pertempuran Hodeida ini, menandai pertempuran kota pertama dengan koalisi Arab jika pejuang Houthi tidak menarik diri dari pelabuhan.

Dilaporkan Associated Press, sebelum fajar pada Rabu 13 Juni 2018, konvoi kendaraan tampak menuju ke kota yang dikuasai pemberontak. Suara tembakan berat dan terus menerus mewarnai pertempuran di Hodeida. Saluran berita satelit milik Arab Saudi mengumumkan pertempuran telah dimulai.

Sedangkan kantor berita satelit Al Masirah yang dikelola Houthi mengkonfirmasi serangan ini dan mengklaim pasukan pemberontak menghantam kapal koalisi Arab dekat Hodeida dengan dua rudal dari darat.

“Kapal yang ditargetkan membawa pasukan yang dipersiapkan untuk pendaratan di pantai Hodeida,” menurut kantor berita Al Masirah. Namun koalisi Arab membantah serangan ke kapal ini.

Pasukan loyalis pemerintah Yaman yang diasingkan dan milisi pendukung lain yang dipimpin oleh pasukan Emirat telah mendekati Hodeida dalam beberapa hari terakhir. Pelabuhan ini terletak sekitar 150 kilometer di barat daya Sanaa, ibukota Yaman, yang diduduki Houthi sejak September 2014. Koalisi pimpinan Arab Saudi masuk dalam kancah perang pada Maret 2015 dan menerima dukungan logistik dari Amerika Serikat.

Dilansir dari reuters Kamis (14/6/2018), pesawat tempur dan kapal koalisi menyerang pertahanan di pelabuhan untuk membantu pendaratan pasukan darat. Operasi ini dikenal dengan “Golden Victory” setelah ultimatum yang diberikan Uni Emirate Arab untuk Houthi melewati batas waktu.

Pemimpin Houthi, Mohammed Ali Al-Houthi, yang mengancam menyerang kapal tangker di sepanjang jalur Laut Merah memperingatkan pasukan koalisi Arab untuk tidak menyerang pelabuhan.

Pelabuhan Hodeidah adalah penyokong hidup mayoritas populasi Yaman untuk memasok barang pokok. Diperkirakan sekitar 600.000 jiwa tinggal di wilayah ini dan diperkirakan akan memakan 250.000 korban jiwa jika pertempuran terjadi di Hodeida.

Pelabuhan Al-Hudaydah adalah jalur pasokan vital, di mana 80 persen bantuan kemanusiaan untuk Yaman masuk melalui pelabuhan ini.