Abe Tak Akan Bantu Korut Hingga Kasus Penculikan Warganya Tuntas

PM Jepang Shinzo Abe/AFP

Tokyo,Sayangi.com- Negara Jepang tengah menanti pertemuan antara Perdana Menteri Shinzo Abe dengan Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong-un. Pertemuan tersebut guna membahas warga Jepang yang diculik Korea Utara.

Terkait kabar diatas Menteri Luar Negeri Jepang Taro Kono menyebutkan pertemuan antara keduanya akan membuahkan hasil terkait dengan penculikan warga Jepang oleh pihak Korea Utara.

Seperti dilansir reuters, Jumat (15/6/2018), Abe menempatkan isu mengenai penculikan warga Jepang untuk dilatih menjadi mata-mata sebagai prioritas utamanya. Abe berjanji menahan bantuan ekonomi hingga masalah tersebut mendapat penyelesaian seiring dengan wacana denuklirisasi.

Pada 2002, Korea Utara mengakui telah meculik 13 warga Japang sekitar tahun 1970-an dan 1980-an. Lima orang diketahui kembali ke Jepang. Abe mengatakan dirinya tidak akan berhenti hingga warga yang disebut masih diculik bisa kembali dengan selamat ke Jepang.

Jepang sendiri mempercayai bahwa ada 17 warganya yang diculik dan lima di antaranya telah dipulangkan. Adapun Korea Utara mengatakan 8 orang warga Jepang yang diculik telah meninggal dunia sedangkan empat lainnya tak pernah menginjakkan kaki di negara tersebut.

Media Jepang menyebutkan kemungkinan Abe secepatnya mengunjungi Pyongyang pada Agustus mendatang.

Spekulasi tekait pertemuan Kim dan Abe kerap muncul secara berkala, khsusnya ketika dukungan Abe melemah. Namun, seorang anggota partai berkuasa menyebutkan pada Maret lalu bahwa pertemuan tersebut harus menyusul setelah KTT Korut-Kersel dan KTT Amerika Serikat-Korsel.

Sumber dari pihak pemerintahan Jepang yang termasuk terlibat langsung dalam hal ini, menyebutkan bahwa pejabat Jepang berencana untuk mendiskusikan soal pertemuan dengan Korea Utara pada Kamis dan Jumat di Ulaanbaatar, Ibukota Mongolia.

Seorang sumber berbeda menyebutkan kemungkinan lain, Abe akan bertemu Kim di sela-sela Economic Eastern Forum yang akan diadakan pada September di Vladivostok Rusia. Walaupun mungkin akan sulit menentukan waktu yang pas karena Abe akan menghadapi pemilihan partai penguasa di waktu yang sama.

Di Seoul, Menteri Luar Negeri Jepang Taro Kono mengatakan bahwa Abe berkeinginan menyelesaikan isu ini dengan berbagai cara dan jalur dengan Korea Utara.