Diburu Bahan Pengobatan China Populasi Keledai Berkurang

Foto YouTube
Foto YouTube

Jakarta,Sayangi.com- Dari Kenya hingga ke Burkina Faso, serta dari Mesir sampai ke Nigeria, kelompok penyayang binatang mengatakan, banyak pedagang terus berusaha memenuhi kebutuhan Cina untuk bahan yang disebut “ejiao” (eh-jii-oo). “Ejiao berbahan dasar kulit keledai yang direbus. Ejiao adalah semacam gelatin atau agar-agar yang dikabarkan punya banyak khasiat kesehatan.

Seperti dilansir Associated Press Sabtu (15/6/2018) berkurangnya populasi keledai di China telah mendorong para produsen ejiao untuk mencari kulit keledai dari tempat-tempat yang jauh, seperti Afrika, Australia dan Amerika Selatan. Perburuan itu mengancam populasi keledai diseluruh dunia dan telah memicu aksi-aksi protes di seluruh Afrika.

Menurut kelompok Donkey Sanctuary yang berkantor di Inggris Empat belas negara Afrika telah melarang ekspor kulit keledai.

Di Kenya, populasi keledai merosot sepertiganya dalam dasawarsa terakhir, dari jumlah 1,8 juta menjadi 1, 2 juta ekor saja. Rumah-rumah jagal di Kenya membunuh 1.000 ekor keledai tiap hari. Tingginya menjagal keledai untuk bisa mengekspor kulitnya ke China, ungkap Calvin Onyango, kepala pengembangan Donkey Sanctuary di Kenya.

“Kami tidak punya banyak keledai lagi, dan kebanyakan penduduk tidak mau menjual keledai mereka. Karena itu kini banyak orang mencuri keledai untuk dijagal dan diambil kulitnya,” kata Onyango.

Dari Afrika, kulit-kulit keledai itu diangkut ribuan kilometer ke Cina, dan kebanyakan akhirnya tiba di Kota Dong’e, di bagian timur Cina, tempat pembuatan sebagian besar ejiao.

Sepanjang jalan ke Dong’e, ditemukan poster-poster dan baliho besar mengiklankan kemanjuran ejiao.